- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
FPPI GELAR PERTEMUAN DI SULBAR
Mamuju Kareba1-Organisasi pemuda Front Perjuangan Pemuda Indonesia akan menggelar pertemuan di Provinsi Sulawesi Barat pada 5 sampai 6 Agustus 2017.
“Pertemuan tersebut akan diikuti sekitar 200 pemuda yang berasal dari
sejumlah wilayah di pulau Sulawesi, seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi
Tengah dan Sulbar sendiri,” kata Ketua Pimpinan Nasional FPPI Yusri
Masud di Mamuju, Minggu.
Ia mengatakan, pertemuan FPPI merupakan pertemuan kader FPPI di region Sulawesi sebagai ajang konsolidasi organisasi sekaligus menegaskan kembali posisi pergerakan pemuda yang harus kolektif multi sektoral dan memegang teguh prinsip berdemokrasi.
Menurut dia, dalam pertemuan tersebut juga akan diperbincangkan posisi politik kader FPPI dalam situasi kebangsaan.
“Memperbincangkan kondisi politik yang berarti membicang kembali untuk siapakah dengan jalan apakah politik itu, namun lebih dari itu akan ditegaskan bahwa politik untuk kepentingan orang banyak, bukan untuk kepentingan diri sendiri dan golongan,” katanya.
Ia mengatakan, FPPI yang dideklarasikan November 1998 di Jawa Tengah , hingga kini masih mendeklarasikan diri untuk tetap setia mengawal laju gerak perubahan masyarakat kearah tatanan kehidupan yang adil dan berdaulat.
“Meskipun perubahan yang selama ini tidak sesuai harapan, tetapi FPPI tetap konsisten memperjuangkan pembebasan nasional dan demokrasi untuk kedaulatan negara dan rakyat serta untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.




0 comments