- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Sulbar Terima Tambahan Aanggaran Pertanian Rp12,03 Miliar
MAMUJU MAMUJU – Provinsi Sulawesi Barat menerima tambahan anggaran pertanian dari pusat sebesar Rp12,03 miliar untuk budidaya padi varietas baru di lahan pertanian di wilayah ini.
“Dengan tambahan anggaran serta bantuan lain yang akan mendorong produktivitas hasil pertanian, saya minta target tambah tanam baru seluas 25 ribu hektare,” ujar Direktur Serealia Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Nandang Sunandar, saat membuka acara panen raya padi di Desa Pure, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, kemarin.
Ia mengatakan, tambahan target tersebut, menambah total target lahan yang ditanami menjadi 679 hektare pada 2016.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian Sulawesi Barat Hamzah menyatakan kesiapannya untuk memimpin peningkatan produktivitas hasil pertanian terutama padi, jagung, dan kedelai.
Melalui perluasan area tanam, kata Hamzah, Pemprov Sulbar akan meningkatkan target luas tanam sekitar 112 ribu hektare dari sekitar 90 ribu hektare pada 2014.
“Ke depannya, salah satu upaya yang akan dilakukan yaitu cetak sawah seluas 10 ribu hektare pada 2016 di sebagian besar wilayah Mamuju, Mamuju Tengah, dan Mamuju Utara. Selain itu juga akan dibuka lahan persawahan di Polewali Mandar dan Mamasa,” tutur Hamzah.
Penulis: Ikal
Redaktur: Gufran Padjalai
0 comments