- 26 Personil Satlantas Polresta Mamuju Siaga di Anjugan Manakarra
- Gubernur Sulbar Apresiasi Pengabdian Polri pada Panggung Gembira HUT Bhayangkara ke-80
- Dinas Perhubungan Mamuju Akan Tetapkan Ukuran Lahan Parkir Standar dan Adil
- Perketat Pengawasan Parkir, Dinas Perhubungan Ingin Tingkatkan PAD dan Cegah Kebocoran
- Forum Satu Data: Komitmen Integrasi Data Berbasis Desa hingga Provinsi
- Perkuat Tata Kelola, Clearing House PBJ Sulbar Fokus Kesiapan 10 Paket Strategis
- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
Ma’mun Hasanuddin,Petarung, Jujur dan Berani
MAMUJU KAREBA1 – Almarhum Prof Dr Makmun Hasanuddin SH MH sebagai tokoh pejuang pembentukan Provinsi Sulawesi Barat yang mekar dari Provinsi Sulawesi Selatan sebagai Provinsi induknya pada 2004 lalu, dinilai sosok yang jujur dan berani.
“Masyarakat kehilangan sosok pejuang pembentukan Provinsi Sulbar yang memiliki pribadi yang jujur, petarung dan pemberani,” kata ketua Komisi IV DPRD Sulbar, Abdul Rahim di Mamuju, Senin.
Ia mengatakan, Ma’mun Hasanuddin, adalah sosok yang selalu menunjukkan nilai dan karakter sejati, dan mempertahankan nilai luhur “Mandar” sebagai masyarakat tokoh masyarakat Sulbar.
“Beliau selalu menawarkan konsep dan gagasan cemerlang untuk suatu kemajuan di daerah, terlebih bagaimana membangun Provinsi Sulbar sebagai tanah “Mandar” kata Rahim yang juga merupakan tokoh pemuda perjuangan pembentukan Sulbar.
Rahim yang juga legislator Nasdem mengatakan, sebagai generasi pengisi Provinsi Sulbar, pemuda Sulbar juga sangat kehilangan tokohbesar yang selalu menginspirasi kaum muda, termasuk dirinya.
“Beliau banyak membentuk karakter saya sejak Mahasiswa di Makassar sampai detik-detik akhir hidup beliau, pesan yang paling mengharukan adalah ketika beliau mengatakan kepada saya, sambil mengusap punggung saya, anandadalah salah satu pejuang Sulbar, di pundakmu saya titipkan Provinsi Sulbar yang telah diperjuangkan dengan penuh pengorbanan,” kata Rahim yang pernah menjabat ketua forum mahasiswa mandar bersama (Fombes) sewaktu perjuangan pembentukan Provinsi Sulbar.
Ia mengatakan, perjuangan Sulbar belum sampai kepada cita-citanya dan baru mewujudkan provinsi Sulbar. Kemajuan dan kesejahteraan rakyat di Jazirah Mandar ini, masih jauh dari harapan, dari lanjutkan perjuangan beliau dimanapun kita berada, jangan biarkan Provinsi ini hanya menjadi surga para penikmat jabatan dan kekuasaan.
Prof Dr Makmun Hasanuddin, SH, MH sebelumnya wafat Senin (22/02) dinihari jam 03:45 wita di rumah sakit Wahidin Sudiro Husodo Makassar Sulawesi Selatan.
Almarhum adalah salah satu tokoh utamaperjuangan pembentukan Sulbar dan juga menjadi salah satu pelopor berdirinya Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Universitas Sulbar, jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka Villa Surya Mas, Toddopuli, Makassar.
Penulis: Ikal
Redaktur : Gufran Padjalai



0 comments