- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Dampak Kemarau Panjang, Produksi Pangan di Sulbar Gagal Capai Target
MAMUJU KAREBA1-Kemarau panjang yang terjadi selama beberapa bulan terkahir, berdampak pada menurunya produksi hasil pertanian tanaman pangan di Sulawesi Barat (Sulbar) khususnya padi, jagung dan kedelai.
Produksi gabah kering giling (GKG) sejak Januari hingga pertengahan Oktober 2015, hanya mencapai 401.917 ton, sementara produksi jagung hanya 98.712 ton, dan kedelai 1.959 ton.
Kepala Dinas Pertanian Sulbar, Hamzah menyatakan, hasil produksi tersebut belum memenuhi target produksi yang ditetapkan Sulbar yakni 654.133 ton GKG, 172.985 ton jagung, dan 14.360 ton kedelai.
“Ini dikarenakan dampak kemarau panjang yang melanda selama beberapa bulan terkahir,” katanya.
Sulbar sendiri memiliki produksi padi rata-rata 4,5 sampai 4,9 ton per hektare. Kata Hamzah, khusus untuk tahun ini, anomali iklim menyebabkan kekeringan di 4.007 hektare lahan sampai akhir September 2015.
“Dari jumlah itu, sekitar 2.274 hektare lahan puso masih bisa diselamatkan dengan upaya bersama, bantuan pompa dan sumur dari pemerintah, serta pengaturan air dan sumber daya petani,” katanya.
Penulis: Ikal
Redaktur: Gufran Padjalai
0 comments