- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Diminta Semua Kabupaten Dukung Pengembangan Pajale di Sulbar
MAMUJU,Kareba 1 Com – Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Barat meminta semua kabupatan yang ada di Sulbar untuk mendukung program pengembangan tiga komoditas unggulan, yakni padi, jagung dan kedelai atau pajale yang menjadi target nasional untuk mewujudkan swasembada pangan.
Kepala Dinas Pertanian/Peternakan Provinsi Sulawesi Barat,H Ir Hamzah S,pada hari senin 5 Juni 2017 mengatakan pemprov sulbar terus memacu dan memotivasi pelaku utama untuk mengembangkan kegiatan usahanya, khususnya pengembangan tiga komoditas pangan tersebut.
Pengembangan komoditas padi, jagung dan kedelai masuk program nasional dan pada 2017 targetnya sudah menunjukkan hasil guna mendukung swasembada pangan di Provinsi Sulawesi Barat,” kata Hamzah.
Namun, komitmen semua yang ada di kabupaten di Sulbar harus terus dikuatkan dengan minimal mempertahankan lahan pertanian yang sudah produktif tanpa melakukan alih fungsi.
Jika pemerintah daerah mampu meningkatkan luasan lahan dengan mengoptimalkan lahan-lahan potensial yang belum tergarap termasuk lahan terlantar, maka hasilnya akan semakin baik,” tuturnya.
Ia menyatakan Provinsi Sulawesi Barat merupakan salah wilayah yang memiliki lahan potensial dan sangat luas, tetapi masih lemah dalam pengembangan, karena kurangnya komitmen pemangku kepentingan,”Pungkasnya.(Andy Saputra)

0 comments