- PERMAHI Mamuju Desak Propam Polda Sulbar Terus Tindaklanjuti Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Kapolres Pasangkayu
- 26 Personil Satlantas Polresta Mamuju Siaga di Anjugan Manakarra
- Gubernur Sulbar Apresiasi Pengabdian Polri pada Panggung Gembira HUT Bhayangkara ke-80
- Dinas Perhubungan Mamuju Akan Tetapkan Ukuran Lahan Parkir Standar dan Adil
- Perketat Pengawasan Parkir, Dinas Perhubungan Ingin Tingkatkan PAD dan Cegah Kebocoran
- Forum Satu Data: Komitmen Integrasi Data Berbasis Desa hingga Provinsi
- Perkuat Tata Kelola, Clearing House PBJ Sulbar Fokus Kesiapan 10 Paket Strategis
- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
COVID-19 Sebabkan PHK Massal, BMI: Pemerintah Kurang Sigap
MAMUJU- Viralnya video yang berisis derai tangis pegawai Ramayana Depok akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal di masa pandemi COVID-19, menuai respon dari Bintang Muda Indonesia (BMI). Organisasi sayap Partai Demokrat itu menilai, PHK massal yang terjadi di berbagai tempat disebabkan ketidaksigapan Pemerintah mengambil kebijakan.
“Kartu Pra Kerja yang dijanjikan Pemerintah memang ada. Kita tidak tahu bagaimana realisasinya. Tapi yang pasti, negara harus memberikan pertolongan. Sebab, kemanusiaan yang adil dan beradab adalah azas negara kita,” ujar Farkhan Evendi melalui keterangan tertulis, Rabu (08/4).
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) BMI itu meminta Pemerintah memperhatikan nasib buruh yang di PHK. Farkhan berharap Pemerintah memberikan jaminan hidup terhadap korban PHK massal tersebut.
Sumber media beritabaru.com.



0 comments