- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
PEMUDA PENTING MENJADI PENANGKAL RADIKALISME
MAMUJU KAREBA1-Pemuda lebih lincah dan luwes bergerak menkampanyekan radikalisme ke masyarakat dibandingkan aparat keamanan yang bertindak sembunyi,
Anggota DPRD Kabupaten Mamuju Tengah Ince Irwan Thahir
menyatakan pemuda merupakan elemen penting dalam menangkap setiap
gerakan radikalisme yang mengancam kedaulatan dan keutuhan Negara
Republik Indonesia (NKRI).
Dia mengatakannya pada dialog publik dihadiri pasi Intel Kodim 1418
Mamuju, Kapten
Arifuddin yang digelar Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Masyarakat Forum
Persaudaraan Pemuda Sulbar
Menurut Ince pemuda merupakan elemen penting bangsa dlm
menangkal radikalism maka pemuda, harus sepakat menyatakan sikap
menolak radikalisme yang berbahaya bagi kedaulatan keutuhan dan
kelangsungan NKRI. “Diskusi-diskusi yang berkelanjutan menangkan
radikalisme terkait penolakan radikalisme mesti terus dilaksanakan
pemuda di seluruh wilayah Sulbar dan bahkan daerah lainnya di
Indonesia dan tentu tetap bersinergi dengan aparat TNI/Polri, aparat
intelijen serta Pemerintah di Daerah,” katanya.
Menurut dia, Mamuju Tengah termasuk daerah yang rawan konflik karena
terdiri dari berbagai macam suku ras dan agama, namun kondisi tersebut
tidak boleh membuat khawatir justu pemuda harus bekerja keras dan
bersosialisasi kepada masyarakat menangkal paham radikalisme.
“Kehidupan yang rukun dan damai harus diwujudkan dengan mencegah dan
melawan setiap paham radikalisme yang mengganggu keamanan kehidupan
berbangsa dan bernegara, serta jauh dari nilai pancasila dan Undang
Undang dasar 1945,” katanya.

0 comments