- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Dampak Kabut Asap, Jarak Pandang di Sebagian Wilayah Mateng Hanya 30 Meter

Dampak kebakaran lahan berakibat jarak pandang terbatas hanya sekitar 30 Meter di wilalayah Mamuju Tengah.
MAMUJU KAREBA1-Kabut asap akibat kebakaran lahan gambut yang terjadi wilayah di Kecamatan Pangale dan Kecamatan Budongbudong Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) yang hingga saat ini masih berlangsung menyebabkan jarak pandang di sebagian wilayah di kabupaten termuda di Provinsi Sulawesi Barat ini hanya sekitar 30 meter.
Dahrul salah seorang warga Kecamatan Pangale Kabupaten Mateng mengatakan, jarak pandang di wilayah desa Barakkang kecamatan Pangale akibat kabut asap, saat ini hanya berkisar 30 kilometer saja. Para pengendara juga terpakasa harus menyalakan lampu kendaraannya di siang hari.
“Di sini jarak pandang hanya sekitar 30 meter. Kalau kabut asap sampai ke Mamuju, asap itu kemungkinan dari Mateng karena saat ini kebakaran lahan gambut masih terjadi di sini dan itu berlangsung sudah lebih satu bulan,” kata Dahrul kepada Kareba1.Com, Rabu (21/10/2015) malam.
Akibat kabut asap yang juga sudah menutupi sebagian wilayah Kabupaten Mamuju, aktivitas penerbangan di Bandara Tampa Padang Mamuju hari Rabu (21/10/2015) kemarin, lumpuh total.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Barat Haeruddin Anas, mengatakan, aktivitas penerbangan di Bandara Tampa Padang sepanjang hari Rabu semuanya ditunda.
“Iya penerbangan sudah terganggu. Kemarin (Selasa-red)pesawat balik ke Makassar. Hari ini pesawat tunda semuanya,” kata Haeruddin Anas, Rabu (21/10/2015) malam.
Penulis: Muh Gufran Padjalai




0 comments