- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Tingkatkan Produktivitas Kopi-Kakao, Sulbar Kirim Petani Ke Jember
MAMUJU KAREBA1-Sebanyak 45 petani dari tiga kelompok tani di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) diberangkatkan ke Jember – Jawa Timur untuk belajar teknik budidaya kopi dan kako.
Kepala seksi budi daya kopi dan kakao Bidang Produksi Dinas Perkebunan Provinsi Sulbar,
Mansyur di Mamuju, Selasa, (29/9/2015) mengatakan, para petani tersebut akan belajar budi daya kakao di pusat pendidikan kakao dan kopi Kabupaten Jember.
Katanya, program yang dilaksanakan melalui anggaran APBD tersebut, dilaksanakan agar petani semakin memahami cara mengembangkan tanaman kopi dan kakao sehingga hasilnya dapat semakin dikembangkan petani di Sulbar.
Menurut dia, kopi dan kakao merupakan komiditi andalan yang akan terus dikembangkan pemerintah Sulbar dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk tujuan itu, berbagai program terus dilaksanakan pemerintah.
Mansyur mengatakan, di Sulbar saat ini, produktivitas kakao mencapai 800 kilogram perhektare dengan luas lahan mencapai 168 ribu hektare, dengan produksi rata-rata pertahun, mencapai 134 ribu ton.
Sementara untuk kopi memiliki tingkat produktivitas mencapai 680 kilogram perhektare. Dengan luas mencapai 6000 hektare, produksi pertahun mencapai 28000 ton.
Ia berharap dengan pengembangan sumber daya petani itu, produksi kakaodan kopi di Sulbar dapat mengalami peningkatan.
Penulis: Ikal
Redaktur: Muh Gufran Padjalai


0 comments