Sulbar jajaki kerjasama dengan RSPON

By on Senin, 27 Agustus 2018

Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar (Empat kanan) saat berkunjung ke RSPON dan Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita untuk
melakukan penjajakan kerjasama di Jakarta, Kamis (5/7/18). (FOTO/Humas
Pemprov Sulbar)

Mamuju, kareba1- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi
Barat (Sulbar) sedang menjajaki kerjasama dengan Rumah Sakit Pusat
Otak Nasional (RSPON) dan Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan
Kita.

Kadis Kesehatan Sulbar, Achmad Azis, di Mamuju,  rencana kerja sama
itu dilakukan sebagai upaya meningkatkan pelayanan kesehatan di daerah
itu.

Penjajakan kerjasama itu dilakukan Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar
dengan melakukan kunjungan ke RSPON dan Rumah Sakit Pusat Jantung
Nasional Harapan Kita, pada 5 Juli 2018.

“Kasus stroke dan jantung di Sulbar saat ini terbilang masih cukup
dominan, sehingga Gubernur melakukan penjajakan dan komunikasi
terhadap dua rumah sakit tersebut,” ujar Achmad.

RSPON merupakan rumah sakit otak dan saraf pertama yang ada di
Indonesia, terletak di kawasan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur
dilengkapi peralatan moderen dan mutakhir.

Gubernur menginginkan dalam penanganan kesehatan bagaimana lebih
responsif terhadap sejumlah permasalahan kesehatan, terutama kasus
stroke dan jantung yang masih mendominasi. Kedua rumah sakit tersebut
merupakan rumah sakit terbaik,” katanya.

“Itulah sebabnya Gubernur melakukan penjajakan ke sana, dan
mengharapkan bisa membantu dalam peningkatan pelayanan kesehatan
terhadap masyarakat di Sulbar. Metode dan jejaring apa yang bisa
dilakukan, itulah yang sedang dikomunikasikan,” tandas Achmad.

Dalam pertemuan yang dihadiri jajaran direksi dan komite medik pada
kedua rumah sakit tersebut, ternyata merespon dan menyatakan kesediaan
membantu Pemprov Sulbar.

Pihak RSPON dan Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita
mengisyaratkan agar semua peralatan yang digunakan oleh rumah sakit
harus sesuai standar yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan.
Begitupun dengan tenaga kesehatan, baik dokter, perawat dan tenaga
kesehatan lainnya akan dimagangkan? sehingga lebih profesional,” kata
Achmad.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 + one =