- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Sulbar Diharapkan Jadi Medical Learning Center Pertama di Sulawesi
Mamuju — Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, bersama anggota DPR RI yang juga merupakan Ketua TP PKK Sulbar, Ny.Andi Ruskati Ali Baal, dan anggota Komisi IX lainnya, Sekprov Sulbar, Muhammad Idris, dan sejumlah pejabat dari kementrian yang menjadi mitra komisi IX DPR RI mengujungi Rumah Sakit Regional Provinsi Sulbar melakukan kunjungan di RSUD Sulbar, Sabtu, 29 Februari 2020.
“Saat ini kita sudah mulai menggagas ide Sulbar menjadi unit leading medical learning center yang pertama di Sulawesi, kami melihat peluang yang besar karena kami nantinya akan berhadapan langsung dengan ibukota negara baru. Hal itu merupakan hasil dari perundingan kami bersama perusahaan kaikokai corporation dari Jepang, dan kita berupaya bagaimana hal ini menjadi prototype design,” kata Idris.
Ia juga menyampaikan, Sulbar merupakan provinsi yang baru lahir tetapi sudah bisa menyiapkan satu unit interaksi global memperkuat atau menaikkan derajat SDM di bidang kesehatan yang berkaitan dengan learning center di Sulbar ini, dan itu merupakan harapan besar bagi Sulbar kedepannya.
Menanggapi pernyataan Sekprov Sulbar yang ingin menjadikan Sulbar sebagai leading medical di Sulawesi, Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene sangat menyetujui terkait hal tersebut. Akan tetapi dibutuhkan planning yang betul-betul jelas dan terintegrasi, sehingga nantinya bisa menyambung hal tersebut kepada kementerian terkait.
Legislator Nasdem tersebut juga meminta penjelasan dari Pemprov Sulawesi Barat tentang design serta tujuan dari rencana pembangunan tersebut.
” Seluruhnya harus dipersiapkan sebaik mungkin oleh Pemprov Sulbar, dan tunjukkan kepada kami melalui Ibu Gubernur Ny. Andi Ruskati Ali Baal,” kata Felly.(deni)
📷 HUMAS SULBAR
Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene, bersama anggota DPR RI yang juga merupakan Ketua TP PKK Sulbar, Ny.Andi Ruskati Ali Baal, dan anggota Komisi IX lainnya, Sekprov Sulbar, Muhammad Idris, dan sejumlah pejabat dari kementrian yang menjadi mitra komisi IX DPR RI mengujungi Rumah Sakit Regional Provinsi Sulbar melakukan kunjungan di RSUD Sulbar, Sabtu, 29 Februari 2020.Komisi IX DPR RI , salah satu membawahi bidang kesehatan




0 comments