- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Sulawesi Barat Laksanakan Pelatihan Keluarga Sehat
MAMUJU KAREBA1-Pemerintah dibawah Komando Presiden Jokowi telah menetapkan sembilan
Program Prioritas untuk menunjukkan prioritas jalan perubahan menuju Indonesia yang berdaulat secara politik, serta mandiri dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.
Sembilan Program Prioritas yang di kenal sebagai Nawa Cita ini menjadi jalur menuju perubahan pembangunan Indonesia yang lebih baik. Nawa Cita kelima yaitu Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program
“Indonesia Pintar”; serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan program “Indonesia Kerja” dan “Indonesia Sejahtera” dengan mendorong land reform dan program kepemilikan tanah seluas 9 hektar, program
rumah Kampung Deret atau rumah susun murah yang disubsidi serta jaminan sosial untuk rakyat di tahun 2019.
Nawa Cita kelima kemudian di dituangkan dalam bentuk rencana jangka menengah Kementerian Kesehatan pada periode 2015-2019 dengan paradigma sehat. Melalui konsep itu orang-orang yang sehat akan diupayakan agar
tetap sehat dengan menerapkan pendekatan holistik.
Dalam membangun kesehatan masyarakat melalui paradigma sehat maka Kemenkes mengutamakan pendekatan promotif dan preventif termasuk kegiatan proaktif untuk menyehatkan keluarga.
Untuk mensukseskan program keluarga sehat, Puskesmas melakukan pendekatan keluarga di wilayah kerjanya melalui kunjungan rumah sehingga setiap anggota keluarga dapat terpantau kondisi kesehatannya.
Provinsi Sulawesi Barat sebagai salah satu Provinsi yang mendapatkan 11 lokus Puskesmas untuk pelaksanaan Keluarga sehat pada tahun 2017 melaksanakan Pelatihan bagi 11 Puskesmas terplih yang berasal dari 6
Kabupaten se Provinsi Sulawesi Barat
Pelatihan Keluarga sehat angkatan 1 dan 2 yang di ikuti oleh 55 orang dengan rincian 5 Orang per Puskesmas dilaksanakan secara paralel di Hotel dMaleo Mamuju, 21 – 24 Maret 2017 di dampingi oleh MOT dari
Balai Pelatihan Kesehatan Makassar
Pembukaan pelatihan Keluarga Sehat angkatan I dan II di dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, dr. H. Achmad Azis,M.Kes. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat
dalam pemaparannya menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Selain itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat juga mengatakan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk menjamkan 12 indikator program keluarga sehat dan membentuk komitmen bersama antara Puskesmas
lokus dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat dalam pencapaian program keluarga sehat.
Pengajar dalam Pelatihan keluarga Sehat adalah mereka yang telah mendapatkan TOT Keluarga sehat yang dilaksanakan oleh Balai Besar Pelatihan Kesehatan Makassar awal Maret lalu.





0 comments