- 26 Personil Satlantas Polresta Mamuju Siaga di Anjugan Manakarra
- Gubernur Sulbar Apresiasi Pengabdian Polri pada Panggung Gembira HUT Bhayangkara ke-80
- Dinas Perhubungan Mamuju Akan Tetapkan Ukuran Lahan Parkir Standar dan Adil
- Perketat Pengawasan Parkir, Dinas Perhubungan Ingin Tingkatkan PAD dan Cegah Kebocoran
- Forum Satu Data: Komitmen Integrasi Data Berbasis Desa hingga Provinsi
- Perkuat Tata Kelola, Clearing House PBJ Sulbar Fokus Kesiapan 10 Paket Strategis
- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
Pengawasan Diperketat, Kualitas Air dan Makanan SPPG di Mamasa Diuji

Mamasa — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat pengawasan kualitas layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan quick wins Gubernur Sulbar, Suhardi Duka yakni Sulbar Sehat.
Melalui UPTD Laboratorium Kesehatan Masyarakat, DKPPKB Sulbar melakukan pengambilan sampel air dan makanan di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mamasa, Kamis (9/4/2026).
Pengambilan sampel dilakukan langsung di beberapa wilayah, di antaranya Buntu Malangka, Mambi, Bambang, Mehalaan, Keppe, Sumarorong, Makuang Messawa, Balla, hingga Osango. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengawasan rutin untuk memastikan kualitas lingkungan dan keamanan pangan tetap terjaga.
Sampel yang telah dikumpulkan selanjutnya akan diuji di laboratorium sesuai standar yang berlaku. Hasil uji tersebut menjadi salah satu syarat dalam penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sebagai indikator bahwa tempat pengolahan pangan telah memenuhi standar kebersihan dan keamanan.
Tak sekadar pengawasan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembinaan kepada pengelola SPPG agar terus menjaga mutu layanan secara berkelanjutan.
Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa pengawasan rutin merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam melindungi kesehatan masyarakat.
“Pengujian sampel air dan makanan ini penting untuk memastikan keamanan pangan. Kami berharap pengelola SPPG semakin patuh terhadap standar higiene sanitasi, sehingga layanan gizi yang diberikan benar-benar aman,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, penguatan fungsi laboratorium kesehatan masyarakat menjadi kunci dalam mendukung layanan kesehatan yang berkualitas, khususnya pada aspek kesehatan lingkungan dan keamanan pangan.
Upaya ini sejalan dengan arah pembangunan daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, termasuk melalui jaminan layanan kesehatan dan pemenuhan gizi yang aman dan layak bagi masyarakat. (Rls)




0 comments