- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Sinergi OPD Sulbar : BPKPD dan Koperindag Bahas Langkah Optimalisasi PAD

Mamuju – Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menghadiri rapat perencanaan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang digelar oleh Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Sulbar, Kamis (4/9/2025) di ruang rapat Dinas Koperindag Sulbar.
Rapat yang dipimpin langsung Kepala Dinas Koperindag Sulbar, Masriadi Nadi Atjo, ini membahas berbagai langkah strategis untuk meningkatkan kontribusi sektor koperasi, UMKM, serta perdagangan dalam mendukung pertumbuhan PAD Sulbar.
Sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, langkah ini menjadi bagian dari visi-misi pembangunan Sulbar dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel, serta mewujudkan pelayanan dasar dan berkualitas.
Dari BPKPD Sulbar, hadir Kabid Pendapatan Daerah Nuruddin Rahman, Kasubid Retribusi Daerah A. Nursyahdana, Kasubid Pajak Daerah Intang, serta sejumlah staf teknis.
Kadis Koperindag Sulbar Masriadi Nadi Atjo menekankan pentingnya memanfaatkan potensi koperasi dan UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi lokal.
“Sektor koperasi, UMKM, dan perdagangan memiliki ruang besar untuk menyumbang PAD. Melalui koordinasi dengan BPKPD, kami berharap strategi yang dihasilkan dapat meningkatkan pendapatan daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Secara terpisah, Kepala BPKPD Sulbar Mohammad Ali Chandra, menegaskan bahwa sinergi antar-OPD merupakan kunci dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah.
“Upaya optimalisasi PAD tidak bisa berdiri sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar potensi yang ada di daerah benar-benar dapat dimaksimalkan,” ujarnya.
Rapat ini diharapkan menjadi momentum memperkuat strategi bersama dalam menggali potensi PAD dari sektor koperasi, UMKM, dan perdagangan, demi mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sulbar. (Rls)




0 comments