- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Siaga Banjir dan Longsor, BPBD Sulbar Sebar Peringatan Dini ke Seluruh Kabupaten

Mamuju – Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Barat menerima laporan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait Prospek Cuaca Indonesia Sepekan ke Depan Periode 27 Januari hingga 2 Februari 2026. Laporan tersebut mengindikasikan adanya potensi cuaca ekstrem yang masih signifikan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Sulawesi Barat.
Kalaksa BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, menyampaikan bahwa informasi BMKG tersebut menjadi dasar penting bagi BPBD dalam memperkuat langkah kesiapsiagaan dan mitigasi bencana. Hal ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, yang menekankan pentingnya kewaspadaan dini dan perlindungan keselamatan masyarakat menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
“Berdasarkan laporan BMKG, penguatan Monsun Asia, aktifnya Cross Equatorial Northerly Surge (CENS), serta keberadaan ITCZ berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang. Kondisi ini harus disikapi dengan kesiapsiagaan yang lebih matang,” kata Yasir Fattah, Rabu 28 Januari 2026.
BMKG mencatat dalam beberapa hari terakhir telah terjadi hujan lebat hingga ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia. Dinamika atmosfer tersebut diprediksi masih akan berlangsung dalam sepekan ke depan, didukung oleh kondisi La Niña lemah, kelembapan udara yang tinggi, serta atmosfer yang labil.
Untuk wilayah Sulawesi, termasuk Sulawesi Barat, BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat meningkatkan risiko banjir, genangan, tanah longsor, dan angin kencang.
Yasir Fattah menegaskan, Pusdalops BPBD Sulbar terus melakukan pemantauan intensif, koordinasi dengan BMKG, serta menyampaikan informasi peringatan dini kepada BPBD kabupaten dan masyarakat.
“BPBD Sulawesi Barat juga mengimbau pemerintah kabupaten, aparat desa, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, membersihkan saluran drainase, menghindari aktivitas di wilayah rawan longsor dan banjir, serta segera melaporkan kejadian darurat kepada BPBD setempat,” tutup Yasir Fattah. (Rls)




0 comments