- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Pemprov Perkuat Layanan Puskesmas dan Edukasi Masyarakat cegah ISPA
Mamuju – Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat hingga Juni 2025, tercatat total 2.839 kasusInfeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di seluruh kabupaten di Sulbar dengan rincian Polewali Mandar sebanyak 921 kasus, Majene 587 kasus, Mamuju Tengah 352 kasus, Pasangkayu 321 kasus, Mamuju 377 kasus dan Mamasa sebanyak 281 kasus.
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat mengimbau masyarakat agar mewaspadai penyakit seperti ISPA akibat dampak cuaca ekstrem yang melanda Sulbar 16 Juli 2025.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar, Asran Masdy menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat untuk segera membawa bayi atau balita ke fasilitas layanan kesehatan terdekat jika mengalami batuk atau kesulitan bernapas.
“Hal ini dilakukan agar dapat dilakukan tata laksana sesegera mungkin sehingga tidak terjadi keterlambatan penemuan yang bisa memperberat penyakit dan berujung pada kematian,” ujar Asran.
Asran Masdy mengatakan, bahwa cuaca yang tidak menentu, mulai dari hujan deras tiba-tiba, panas terik hingga debu dan polusi udara menjadi faktor utama peningkatan kerentanan masyarakat terhadap ISPA.
“Kondisi ini memperburuk kualitas udara dan memicu iritasi saluran pernapasan. ISPA umumnya menyerang tenggorokan dan disebabkan oleh perubahan suhu mendadak serta paparan polusi,” ujarnya.
Gejala ISPA meliputi demam, batuk, sakit menelan, penurunan nafsu makan serta kelelahan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Meski sering dianggap ringan, penyakit ini dapat berdampak serius, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Ia meminta beberapa langkah pencegahan dilakukan untuk mengurangi risiko ISPA, di antaranya memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan terutama di area berdebu atau berpolusi dan memperbanyak konsumsi air putih untuk menjaga kelembapan saluran pernapasan.
Kemudian, menjaga kebersihan lingkungan dan rumah agar terhindar dari paparan debu serta virus serta meningkatkan daya tahan tubuh dengan asupan gizi seimbang dan konsumsi vitamin
Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar katanya juga menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan, mulai dari rumah sakit, puskesmas, hingga posyandu untuk aktif memberikan edukasi kepada masyarakat tentang gejala dan pencegahan ISPA.
“Petugas kesehatan harus terus mengingatkan masyarakat agar waspada, sekaligus memantau perkembangan kasus secara berkala untuk mengevaluasi efektivitas penanganan,” katanya.
Ia berharap dengan kesadaran kolektif dan langkah antisipasi yang tepat, penyebaran ISPA dapat ditekan meski di tengah ketidakpastian cuaca global




0 comments