- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Masram : Soal “Blankspot” dan Migrasi Siaran , KPID dan LP Perlu Duduk Bersama.

Mamuju Kareba1 – Lembaga Penyiaran di Sulawesi Barat yang mengantongi izin dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI diminta untuk terus berperan dalam membantu membuka akses informasi terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan dan wilayah terpencil.
Koordinator bidang bidang pengelolaan struktur dan sistem penyiaran (PS2P), Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sulawesi Barat, Masram, saat melakukan kunjungan kerja
ke kantor LPS Trans 7 dibilangan jalan. Andi Makkasau Mamuju. Akhir pekan lalu
Masram, menyebutkan penting bagi KPID mempertemukan LPS dan LPB menyatukan pandangan membahas agenda penyiaran, sebab dilapangan masih ditemukan ada beberapa titik yang masih kosong atau hilang alias “blankspot” kekosongan itu harusnya terisi. ” kekosongan ini perlu dicarikan solusi, dengan berharap LPS dan LPB membangun komitmen bersama,” ungkap Masram.
Lanjut dikatakan, Dalam membangun kerjasama tentu tetap mengacu kepada norma penyiaran sehingga masyarakat yang dulunya tak mendapatkan akses siaran pada akhirnya dapat menikmati siaran digital yang jernih, dan kami KPID siap menjembataninya,” jelasnya.
Menyinggung soal kunjungannya, ke beberapa LPS Televisi, Masram menyebutkan, “bahwa KPID Sulbar akan bergerak terus mengawal masa peralihan analog ke digitalisasi siaran guna memastikan kesiapan LPS menyongsong era baru pertelevisian di Indonesia,” tegasnya.
Kepala stasiun Trans 7 Sulbar, Freds Myson Papidunan mengapresiasi KPID Sulbar, dia menyebut kunjungan Komisioner kali ini sangat berdampak positif bagi perkembangan Trans 7, karena banyak hal yang dikupas sehubungan dengan transisi analog ke siaran digital, yang jelas,” kata Freds
“Trans 7 sudah berbenah dan siap menyongsong digitalisasi siaran dengan menghadirkan tayangan dengan teknologi High Definition yang tentunya sangat disukai oleh masyarakat Sulawesi Barat, karena selain sangat jernih siarannya juga semakin variatif dan edukatif,” jelasnya.
(Humas KPID Sulbar).



0 comments