- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Legislator DPRD Sulbar Minta SKPD Kelola Aanggaran Dengan Benar
MAMUJU KAREBA1-Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat diminta mengelola anggaran APBD perubahan tahun 2015 dengan benar dan dimanfaatkan secara maksimal untuk peningkatan pembangunan
daerah.
“Kami harap mengelola anggaran APBD perubahan tahun 2015 dengan benar dan dimanfaatkan secara maksimal untuk peningkatan pembangunan daerah, jangan biarkan ada anggaran yang tidak terkelola,” kata anggota DPRD Sulbar, Latief Abbas di Mamuju.
Ia mengatakan, anggaran APBD Sulbar harus digunakan efektif danefesien agar bermanfaat bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami harap satuan kerja perangkat daerah di Sulbar dapat maksimal dalam mengelola anggaran APBD perubahan 2015, dengan tidak mengakibatkan timbulnya silva yang berarti anggaran tidak terkelola maksimal,” katanya.
Menurut dia, percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat perlu diperhatikan untuk diwujudkan, sehingga waktu penggunaan anggaran APBD perubahan yang tersisa sedikit mesti dimanfaatkan dalam mengelola anggaran.
“Realisasi program pembangunan yang belum maksimal mesti digenjot karena terdapat sejumlah skpd di Sulbar yang serapan anggarannya masih sangat sedikit jangan sampai ada anggaran tidak terkelola mengakibatkan silva itu artinya masyarakat tidak akan merasakan pembangunan dan tentu itu menghambat pembangunan di daerah ini,” katanya.
Ia berharap agar waktu yang masih tersisa sedikit mengelola anggaran APBD perubahan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan jangan membuat program baru yang tidak terdapat di anggaran pokok.
Penulis: Ikal
Redaktur: Muh Gufran




0 comments