- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Kadis Ketapang Hadir Sosialisasi Penyaluran Beras SPHP di Polman, Ingatkan Pedagang Jangan Mengoplos

POLMAN- Kadis Ketapang Sulbar Abdul Waris Bestari hadir memberikan sosialisasi penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kabupaten Polman, Selasa 22 Juli 2025.
Hal ini, menjadi arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga agar adanya tindak lanjut mengenai kenaikan harga beras di pasaran.
Kegiatan ini dihadiri 59 orang dari rumah pangan dan mitra Bulog Polman, Pj Sekda Polman, Kadis Pangan Polman, Pinca Bulog, Satgas Pangan Polres dan yg mewakili Dandim Polman.
“Jadi tadi saya diundang Bupati Polman dalam rangka sosialisasi penyaluran beras SPHP,” kata Waris.
Abdul Waris mengatakan mitra Bulog Polman diberikan penjelasan terkait mekanisme penyaluran beras SPHP.
“Mereka ini nanti akan menjual beras SPHP di pasar. Tadi juga disosialisasikan cara menggunakan aplikasi yang disiapkan Bapanas,” ungkap Waris.
Ia menambahkan selama ini mitra Bulog hanya pesan beras beberapa ton langsung datang, namun sekarang melalui aplikasi.
“Saya sangat mengharapkan jangan sekali-kali beras ini di campur atau dioplos. Kapan ketahuan akan berurusan dengan Satgas Pangan,”tegas Waris.
Salah satu contohnya beras Medium dicampur dengan beras Premium.
“Kedua jangan menimbun karena dibatasi maksimal 1 sampai 2 ton saja diperbolehkan membeli. Jadi Bulog Polman menanungi Majene dan Mamasa serta Bulog Mamuju menaungi Mateng dan Pasangkayu sudah sosialisasi,” bebernya.
Selain itu, dia berharap dengan penyaluran beras SPHP bisa menurunkan harga beras di pasaran.(rls)




0 comments