- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Gubernur Sulbar Temui Mendagri, Bahas Pajak hingga Investasi Daerah

JAKARTA, – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka, bertemu dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di Jakarta, Jumat (29/8/2025). Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis terkait kondisi fiskal dan pembangunan daerah.
Dalam pertemuan itu, Gubernur Sulbar, Suhardi Duka melaporkan kondisi terkini Sulbar, termasuk tren nasional mengenai peningkatan pajak daerah yang belakangan menjadi sorotan. Ia menegaskan bahwa di Sulbar, tidak ada pemerintah kabupaten yang menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).
“Di Sulbar tidak ada pemerintah daerah yang menaikkan PBB-P2. Fokus kita saat ini adalah efisiensi belanja, penanganan defisit, serta bagaimana meningkatkan ekonomi rakyat,” kata Suhardi Duka.
Menurutnya, langkah efisiensi anggaran menjadi salah satu upaya pemerintah provinsi dalam menjaga stabilitas fiskal di tengah keterbatasan keuangan daerah. Selain itu, ia juga melaporkan program yang sedang digencarkan untuk mendorong pemulihan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menanggapi hal itu, Mendagri Tito Karnavian mengarahkan agar Pemerintah Provinsi Sulbar membuka ruang investasi seluas-luasnya sebagai strategi mempercepat pembangunan daerah. Ia menekankan pentingnya menciptakan iklim usaha yang kondusif agar sektor ekonomi daerah dapat berkembang lebih pesat.
“Lebih baik fokus membuka investasi agar daerah bisa berkembang cepat,” ujar Tito sebagaimana disampaikan Gubernur Suhardi Duka.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi pemerintah daerah dengan pemerintah pusat dalam mengelola kebijakan fiskal dan memperkuat pembangunan ekonomi di Sulbar.
Turut hadir mendampingi Gubernur Sulbar, Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar, Herdin Ismail dan Kepala Bapperida Sulbar, Junda Maulana. (rls)




0 comments