- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Flare Gun Gubernur SDK Lepas Sandeq Silumba 2025, Promosi Kekayaan Budaya dan Keindahan Alam Sulbar
Polman – Sebanyak 55 perahu Sandeq secara resmi mulai berlayar di Pantai Bahari Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), yang ditandai dengan tembakan flare gun ke udara oleh Gubernur Sulbar, Suhardi Suka (SDK), Kamis 21 Agustus pagi dalam ajang Sandeq Silumba 2025.
Ketua Dewan Pengarah Sahabat Sandeq, Syamsul Samad, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara yang dimulai tepat pukul 07.30 Wita sesuai rencana.
“Hari ini, alhamdulillah semua berjalan dengan lancar. Etape ini dibagi dalam dua race,” kata Syamsul Samad.
Race pertama secara langsung dilepas oleh Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, sedangkan race kedua dilepas oleh Bupati Polman, memperlihatkan dukungan penuh dari jajaran pemerintah daerah.
“Rute hari ini menempuh etape dari Pantai Bahari Polman menuju Pantai Pamboang Kabupaten Majene,” ujar Anggota DPRD Sulbar itu.
Pada etape ini, para peserta dihadapkan pada tantangan serta pemandangan alam yang memukau sepanjang perjalanan.
Jadwal selanjutnya, peserta akan beristirahat pada hari Jumat, 22 Agustus, sebelum melanjutkan perlombaan pada hari Sabtu, 23 Agustus dengan etape dari Pamboang menuju Banua Sendana, Majene.
“Hari Minggu, 24 Agustus rute dilanjutkan dari Banua Sendana ke Pantai Deking Majene, kemudian Senin, 25 Agustus dari Pantai Deking menuju Pantai Manakarra, Mamuju,” ungkap Syamsul Samad.
Puncak perlombaan dijadwalkan pada Selasa, 26 Agustus 2025 dengan rute mengelilingi Pulau Karampuang, salah satu destinasi wisata ikonik di Sulbar.
Acara ini juga akan dihadiri oleh Wakil Menteri Pariwisata yang akan menyaksikan secara langsung keindahan dan semangat kompetisi dalam acara Sandeq Silumba tahun ini.
Sandeq Silumba 2025 bukan hanya menjadi ajang olahraga tradisional, tetapi juga upaya mempromosikan kekayaan budaya dan keindahan alam Sulbar ke tingkat nasional maupun internasional. (Rls)




0 comments