- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Dukung Misi Pembangunan SDM, RSUD Sulbar Jadi Tempat Praktik Mahasiswa Farmasi

Mamuju Kareba1- RSUD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menyambut kedatangan mahasiswa praktik dari Program Studi D-III (Diploma Tiga) Farmasi Semester VI Tahun Akademik 2024/2025 Wallacea University, Senin, 8 September 2025.
Bertempat di Ruang Pertemuan Lt 3, RSUD Sulbar, penerimaan ini tidak hanya menjadi bagian dari komitmen RSUD dalam mendukung pendidikan, tetapi juga sejalan dengan misi ke 3 Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga yaitu “Membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang Unggul dan Berkarakter “.
Kedatangan mahasiswa praktik diterima oleh Kabid Pelayanan Nurwardi Nur mewakili Direktur RSUD Sulbar dr. Marintani Erna Dochri.
Nurwardi Nur menyatakan bahwa kehadiran mahasiswa ini sangat penting dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit.
“Mahasiswa farmasi memiliki peran strategis dalam pengelolaan obat – obatan, memberikan informasi yang akurat kepada pasien, serta memastikan penggunaan obat yang rasional,” ujarnya.
Sebanyak 20 orang, mahasiswa praktik ini akan ditempatkan diapotik rawat jalan dan rawat inap. Kegiatan praktik akan berlangsung mulai tanggal 8 sampai 27 September 2025. Selama periode tersebut, mereka akan didampingi oleh apoteker dan tenaga kesehatan yang akan memeberikan bimbingan dan arahan.
Irfan selaku Ketua Program Studi D-III Farmasi Wallacea University, menyampaikan ucapan terima kasih kepada RSUD Sulbar atas kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa mereka.
“Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka. Pengalaman praktik di RSUD akan menjadi bekal berharga bagi mereka dalam menghadapi dunia kerja,” katanya.
Dengan adanya keja sama RSUD Sulbar dan Program Studi D-III Farmasi Wallacea University, diharapakan dapat tercipta sinergi yang positif dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan menghasilkan SDM yang kompeten di bidang farmasi. (Rls)




0 comments