- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Dinkes Sulbar bahas rencana kerja kesehatan 2026

Mamuju – Dalam rangka menyiapkan arah pembangunan kesehatan yang lebih terstruktur dan responsif terhadap tantangan di daerah, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat menggelar rapat tim penyusunan bahan Rencana Kerja (Renja) Tahun 2026.
Kegiatan rapat tim ini dilaksanakan di Aula Dinas Kesehatan Sulawesi Barat pada Selasa, 8 Juli 2025.
Rapat dipimpin oleh Fungsional Administrator Kesehatan Muda dan dihadiri oleh para pengelola program dari seluruh bidang dan UPTD di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat.
Dalam forum tersebut, peserta membahas berbagai isu krusial yang memengaruhi pembangunan sektor kesehatan di Sulawesi Barat, mulai dari ketimpangan akses layanan kesehatan, tingginya prevalensi stunting, hingga beban penyakit menular dan tidak menular yang masih tinggi.
Data dan analisis yang disajikan menjadi dasar untuk menyusun strategi dan intervensi yang lebih tepat sasaran dalam dokumen perencanaan tahun 2026.
“Penyusunan rencana kerja ini menjadi momentum penting untuk mengonsolidasikan arah kebijakan kesehatan daerah. Diperlukan kolaborasi lintas program dan pemahaman yang kuat atas data untuk merumuskan solusi yang konkret dan kontekstual,” ujar Kepala Dinkes Sulbar Asran Masdy.
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat menargetkan agar dokumen perencanaan yang dihasilkan tidak hanya bersifat administratif, namun juga mencerminkan kebutuhan riil masyarakat, khususnya di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan layanan kesehatan.
Dinas Kesehatan melaksanakan pembangunan kesehatan sesuai Visi Misi Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga mendorong agar Quick Wins Sulbar Sehat termaktub dalam perencanaan kegiatan tahun 2026
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menyusun rencana kerja yang berbasis pada evidence-based planning serta selaras dengan kebijakan transformasi sistem kesehatan nasional.




0 comments