- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Audit kinerja program imunisasi Sulbar

Mamuju – Dalam rangka Audit Kinerja Efektivitas Program Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) Tahun 2024, tim dari Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan RI melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi Barat, 1 July 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat dan merupakan bagian dari rangkaian audit yang berlangsung di lima provinsi dan sepuluh kabupaten kota di Indonesia.
Tim inspektorat Kemenkes Sulbar disambut oleh jajaran pimpinan Dinas Kesehatan Sulbar, yakbi Sekretaris Dinas Kesehatan Mahdiana, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Indahwati Nursyamsi, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Muh Ihwan, serta tim imunisasi dan surveilans.
Audit ini bertujuan mengevaluasi capaian, perencanaan, distribusi, hingga pelaporan imunisasi dasar, di tengah menurunnya tren cakupan imunisasi di Provinsi Sulawesi Barat. Data terbaru menunjukkan adanya penurunan signifikan pada beberapa indikator utama:
Berdasarkan data Capaian Imunisasi boPV4: dari 74,4 persen di tahun 2023, mengalami penurunan menjadi 58,8 persen di 2024, dan 19,5 persen pada 2025.
Capaian Imunisasi IPV1: dari 70,1 persen (2023) menjadi 50,9 persen (2024), dan 25,5 persen pada 2025.
dan Capaian Imunisasi IPV2 naik dari 6,9 persen (2023) ke 25,5 persen (2024), dan 13,1 persen pada 2025.
Capaian ini menjadi perhatian serius, mengingat imunisasi dasar merupakan benteng utama dalam pencegahan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, Asran Masdy menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dan memberikan data yang dibutuhkan tim audit. “Kami menyambut baik proses audit ini sebagai bagian dari perbaikan dan penguatan sistem imunisasi di daerah,” ujar drg. Asran Masdy




0 comments