- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Warga Keluhkan Pelayanan BPJS di Mamuju Tengah
TOPOYO KAREBA1-Pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) dikeluhkan warga setempat.
Keluhan ini, disampaikan oleh warga yang permohonannya untuk menjadi peserta BPJS, hingga kini belum diproses.
“Padahal berkas permohonannya diajukan sejak satu tahun lalu. Ditungu-ditunggu tidak ada kabar. Setelah dicek, ternyata memang belum menjadi peserta,” kata Yusran Adiputra, salah seorang warga yang juga merupakan aktifis Komunitas Pemuda Mamuju Tengah, Selasa (1/3/2016).
Sebagai masyarakat, Yusran Adiputra merasa telah dirugikan oleh pihak BPJS Kabupaten Mamuju Tengah.
“Kami merasa dirugikan oleh BPJS yang ada di Mateng. Karena bentuk pelayanannya yang tidak bagus,” kata Yusran.
Yusran menyebutkan, ketika itu, dirinya mengajukan permohonan pendaftaran menjadi peserta BPJS langsung ke kantor BPJS Mamuju Tengah, namun sampai berjalan setahun, permohonan tersebut tidak dilayani.
“Namanya masyarakat, berharap sudah menjadi peserta ternyata tidak, tentu saja saya kecewa,” katanya.
Atas nama masyarakat, pihaknya mengharapkan adanya perbaikan layanan BPJS yang ada di Mamuju Tengah.
Sebab menurutnya, Mamuju Tengah yang merupakan kabupaten baru, secara spesifik, sangat membutuhkan layanan kesehatan yang cepat.
Selain itu, masalah layanan BPJS ini, menyangkut kepentingan orang banyak, sangat disayangkan jika kemudian seolah-olah diabaikan.
“Kami atas nama masyarakat mempertanyakan, mengapa BPJS Mateng seperti ini pelayanannya. Yang kami harapkan BPJS benar-benar memberikan layanan yang sebaik-baiknya.
Hingga berita ini ditulis, pihak BPJS Mamuju Tengah belum dikonfirmasi.
Laporan: Andi Syamsul Alam




0 comments