- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Jawas Ajak Masyarakat Sadar Pilih Pemimpin Untuk Perubahan Mamuju
MAMUJU KAREBA1-Calon Wakil Bupati Mamuju nomor urut 1 (satu) Abgdul Jawas Gani, mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Mamuju agar sadar penuh akan haknya sebagai pihak yang menentukan lahirnya seorang pemimpin yang berkualitas.
Kata Jawas, hadir pemimpin yang lebih baik atau tidak, tergantung pilihan rakyat. Karena itu kata dia, dalam menghadapi pemilihan Bupati dan wakil Bupati Mamuju yang akan datang, mulai saat ini, masyarakat Mamuju harus berpikir jernih, bagaimana menetukan pilihan agar benar-benar bisa memilih pemimpin yang berpihak kepada rakyat dan dapat menghadirkan perubahan yang lebih baik di Mamuju.
“Saya melihat, kondisi yang ada saat ini adalah persoalan sistem yang harus diperbaiki,” kata Jawas usai menemui pedagang di Pasar Baru Mamuju, Jumat (18/9/2015) kemarin.
Namun lanjut Jawas, bagaimana mungkin masyarakat Mamuju akan mengharapkan perbaikan dan perubahan jika yang menjadi pengambil kebijakan nantinya adalah orang-orang-orang yang sebelumnya terbukti tidak mampu menerjemahkan dengan baik program-porogram yang dicanangkan oleh pemerintahan sebelumnya.
“Saya lihat, Pasar Mamuju ini, strategi pembangunannya salah. Contoh, ini areal penjual sayur. Saya lihat, jalan masuk sempit. Nah mereka minta diperlebar, karena memang tidak nyaman,” kata Jawas.
Jawas juga menyoroti kondisi pasar yang kotor dengan air yang mudah masuk ke areal pelataran pasar. Sehingga areal pasar sering dalam keadaan becek berlumpur.
“Ini kan perencanaan pembangunnya yang salah sebetulnya,” jelas ketua DPW PAN Sulbar ini.
Oleh karena itu kata Jawas, masyarakat terutama orang-orang yang tinggal tinggal di Mamuju, harus sadar, bahwa untuk memilih pemimpin, jangan hanya karena termakan iming-iming.
“Sekarang kan banyak yang menggaungkan untuk melanjutkan. Ini apanya yang mau dilanjutkan kalau begini. Makanya kita harus buat perubahan,” pungkas Jawas Gani.
Laporan: Edy Junaedi
Redaktur: Muh Gufran Padjalai

0 comments