- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Dinkes Sulbar Gelar Pendampingan ibu Hamil
Advetorial ini dipersembahkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar dr Achmad Azis M.Kes.
Mamuju Kareba1- Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat menggelar pendampingan kepada para ibu hamil di Kabupaten Majene dan Polewali Mandar untuk pencegahan anak yang kemudian mengalami kekerdilan.
“Kegiatan pendampingan ibu hamil di Kabupaten Majene dan Polewali Mandar untuk pencegahan `stunting` dilaksanakan dengan membentuk tim pendamping Dinkes Sulbar,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar dr Achmad Azis M.Kes. di Mamuju
Ia mengatakan kegiatan tersebut merupakan program kesehatan ibu dan anak Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar.
“`Stunting` yang merupakan kondisi disebabkan oleh tidak tercukupinya asupan gizi anak, sejak masih di dalam kandungan mesti diantisiapsi,” katanya.
Menurut dia, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa 20 persen kekerdilan sudah terjadi ketika bayi masih berada di dalam kandungan.
Kondisi itu diakibatka oleh asupan ibu selama kehamilan kurang berkualitas, sehingga nutrisi yang diterima janin sedikit
Akibatnya, kata dia, pertumbuhan di dalam kandungan mulai terhambat dan terus berlanjut setelah kelahiran.
Oleh karena itu, ia mengatakan, pentingnya penanganan kekerdilan bisa dicegah ibu sejak masa kehamilan.
Kuncinya, kata dia, ibu harus memperbaiki pola makan dan mencukupi kebutuhan gizi selama kehamilan.
Selain itu, kata dia, perbanyak konsumsi makanan yang mengandung zat besi dan asam folat untuk mencegah cacat tabung saraf.
Pada masa kehamilan hingga usia 1.000 hari anak, orang tua harus memastikan anak mendapat asupan gizi yang baik.
“Selain itu`stunting`?juga dapat dicegah dengan meningkatkan kebersihan lingkungan dan meningkatkan akses air bersih di lingkungan rumah,” ujarnya.




0 comments