- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Dinkes Sulbar targetkan kampanye MR 95 persen

Foto Kegiatan Sosialisasi Vaksin MR
MAMUJU Kareba1- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menargetkan
kampanye measlas rubella (MR) minimal mencapai 95 persen menyentuh
masyarakat.
“Kami menargetkan minimal 95 persen masyarakat tersentuh kampanye
program MR,” Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan
Masyarakat Dinkes Sulbar, Nana Darmania, di Mamuju, Selasa.
Ia mengatakan, untuk mencapai target itu, maka Dinkes Sulbar bersama
dengan UNICEF telah melaksanakan kegiatan lokakarya starategi
komunikasi dan pengarahan kampanye pencegahan MR serta pertemuan
evaluasi pra kampanye MR di Provinsi ini.
“Indonesia telah sukses menyelenggarakan kampanye MR fase pertama pada
2017 yang menjangkau 35 juta anak di pulau Jawa dan pada 2018,
Indonesia kembali melanjutkan kampenye MR pada fase kedua di luar
pulau Jawa yang diperkirakan menjangkau kira kira 31 juta anak,”
katanya.
Menurut dia, Dinkes Sulbar juga melibatkan media dalam mendukung
program tersebut agar kampanye yang dilaksanakan berjalan sukses.
Ia mengatakan, setelah kampanye MR Indonesia akan memperkenalkan
vaksin MR mengandung antigen yaitu Measles dan Rubella yang
menggantikan vaksin measles/campak.
“Campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular disebabkan oleh
virus dengan masa inkubasi rata-rata 8-13 hari, gejala penyakit campak
adalah demam, bercak kemerahan pada kulit (rash) disertai dengan batuk
atau pilek dan konjungtivitis,” katanya.
Menurut dia, penyakit campak bisa berakibat fatal apabila terjadi
komplikasi, misalnya diare berat, radang paru (pneumonia), radang otak
(encephalitis), kebutaan bahkan kematian sehingga perlu dilaksanakan
pencegahan melalui kampanye MR dan pemberian vaksin.




0 comments