- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
84 persen tenaga kesehatan Sulbar selesai vaksin
Mamuju Kareba1-
Sebanyak 7.982 orang atau 84 persen tenaga kesehatan terdapat di enam kabupaten Provinsi Sulawesi Barat telah selesai divaksin Covid-19 pada tahap tahap pertama.
“Dari 9.526 orang tenaga kesehatan yang menjadi sasaran vaksin Covid-19 di Sulawesi Barat, 7.982 orang atau 84 persen telah di vaksin pada tahap pertama,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Barat, dr Asran Mahdi, di Mamuju.

Ia mengatakan, untuk vaksin tahap kedua kepada tenaga kesehatan di Sulawesi Barat juga sudah berjalan. Sebanyak 6.320 orang atau 66 persen tenaga kesehatan di Sulbar telah menjalani vaksin Covid-19 tahap kedua.
Menurut dia, untuk sasaran vaksin kepada pelayanan publik sebanyak 5.152 orang.
“Pelayanan publik yang menjalani vaksin tahap pertama di Sulbar sebanyak 3.746 atau 73 persen sementara vaksin tahap kedua belum berjalan, untuk pelayan publik,” ujarnya.

Ia berharap agar tenaga kesehatan pelayanan publik dan masyarakat umum dapat segera divaksin karena vaksin dilakukan dengan aman dan halal.
“Vaksin aman dan halal, kalau yang belum divaksin dapat segera divaksi untuk memutus penyebaran Covid-19,” katanya.




0 comments