- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
TERKAIT POKIR 2016 BPK BELUM PERNAH LAKUKAN PEMERIKSAAN
Mamuju kareba 1.com – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sulawesi Barat mengaku, hingga saat ini belum melakukan pemeriksaan terhadap aliran dana pokok pikiran DPRD tahun anggaran 2016.
Kepala Bagian Sub Bagian SDM BPK Frans Felendity mengatakan, sistem pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK dengan motede sampel, belum pernah di lakukan untuk pemeriksaan dana aliran Pokir.
“Belum, kami belum pernah periksa itu,” terangnya.
Terkait dugaan penyimpangan aliran dana, dimana Kejaksaan Tinggi (kejati) menetapkan 4 pimpinan DPRD Sulawesi Barat sebagai tersangka, Frans Felendity menyebutkan, pada persoalan yang sangkakan oleh Kejati juga tidak pernah di lakukan pemeriksaan.
“Memang kami tidak temukan itu, karena kami memeriksa memakai sistem sempel,” paparnya.
“Tapi khusus masalah itu, kami tidak sempat tengok sama sekali,” lanjutnya.
Frans Menambahkan jika keterbatasan waktu dan personil sehingga pemeriksaan sejumlah aliran dana yang dikelola oleh Pemprov Sulbar sehingga BPK dalam melakukan audit dengan sistem sampel.
“Jadi kita tidak bisa seluruhnya karena waktunya sedikit juga orangnya sedikit, jujur kalau kita mau perika model kaki seribu, semua kita liat itu waktunya lama,” simpulnya#



0 comments