- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Ormas Di Mamuju Himbau Agar Tidak Politisasi Polemik di Tengah Situasi Covid 19

Mamuju Kareba1 – Ormas Forum Persaudaraan Pemuda Sulbar (FPPS) Mengajak semua elemen dapat kiranya dapat berpartisipasi dalam upaya minimalisir isu provokatif dan politisasi polemik ditengah pandemi Covid-19, oleh kelompok kepentingan tertentu yang memanfaatkan situasional saat ini sehingga berdampak luas, dan bias terhadap aspek ekonomi, sosbud, dan keamanan baik nasional maupun daerah. Ketua DPP FPPS Nirwansyah, S.ip
Aspek sosial berkurangnya lapangan pekerjaan akibat covid 19 kiranya dapat kita antisipasi bersama, dalam hal ini pemerintah memfasilitasi guna untuk dicarikan solusi bagi para pekerja yang terdampak PHK. Katanya (27/5).
ia mengatakan, Aspek ekonomi, dalam mengatasi dampak Covid19 perlunya pemda melakukan pemetaan potensi SDA daerah yang dapat digali sebagai penguatan ekonomi lokal, seperti memberikan bantuan stimulan kepada pelaku usaha mikro home industri dalam memproduksi alat-alat kesehatan APD dan Masker.
ia menambahkan, Penyebaran virus Covid-19 di sulbar, pemerintah harus lebih serius perhatikan sektor pertanian mestinya menjadi kebutuhan prioritas utama jangan dianggap remeh. Itu karena sektor pertanian berkaitan langsung dengan kebutuhan pokok masyarakat sulbar
Kami menegaskan bahwa dalam situasi saat sekarang ini, paling penting adalah ketersedian pangan yang dibarengi dengan kesadaran kemanusiaan yang harus tetap terjaga dalam kehidupan sosial Masyarakat
Olehnya itu, diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama bersinergi menjaga kemungkinan-kemunkinan yang terjadi dimasyarakat.
Covid-19 sangat berbahaya dan berdampak luas ke berbagai sektor. Salah satunya adalah terganggunya produksi di sektor perpetanian lokal.
Berharap dengan peran serta semua pihak dan tekad kita dalam upaya meminimalisir dampak tersebut, tercipta kondusifitas daerah yang aman. Serta, optimisme untuk terlepas dari ketergantungan musibah ini dapat kita wujudkan secara bersama, tentunya tidak terlepas dari kekuatan do’a dan ikhtiar.



0 comments