- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Lambat Diakses, Pegawai di Mamuju Keluhkan Layanan Server PUPNS
MAMUJU KAREBA1-Sejumlah pegawai di Mamuju mengeluhkan layanan Pendaftaran Ulang Pegawai Negeri Sipil (PUPNS) yang dilaksanakan Badan Kepegawaian Negara (BKN) sejak September sampai November mendatang karena sangat lambat diakses.
“Yang membuat sebagian dari teman-teman malas karena server dari PUPNS-2015 sangat lambat diakses karena program ini serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia dan hanya mengunakan 1 server untuk seluruh Indonesia,” kata Kusman, salah seorang guru dari kecamatan Tommo di Mamuju.
Saat ditemui di sebuah warkop di Mamuju Kusman mengatakan, dirinya telah melakukan registrasi dari jam 16.00 dan sampai jam 01.00, baru 1 pegawai yang teregister di pusat.
Kata Kusman, untuk kedepannya mereka berharap agar untuk pendaftaran seperti ini dilakukan secara offline saja.(Baca juga, Minim fasilitas internet sejumlah guru di mamuju kesulitan lakukan Registrasi PUPNS
“Untuk tahun depan kami berharap BKN melakukan register ini secara offline saja untuk perorangan agar kami yang dari kampung tidak susah begini,” ungkap Putu Dedi salah seorang guru juga dari Kecamatan Tommo.
Penulis: Zulkarnain
Redaktur: Muh Gufran Padjalai



0 comments