- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Kebakaran Lahan di Mamuju Sudah Mendekati Pemukiman
Hingga menjelang malam, kobaran api semakin melebar mendekati pemukiman yang berada di lereng pegunugan. Jarak antara kobaran api dengan pemukiman warga hanya sekitar 100 meter.
Kondisi medan tempat terjadinya kebakaran yang terjal, membuat api semakin sulit dipadamkan. Warga yang hendak memadamkan api tidak berani mendekat.
Awir salah seorang warga setempat mengatakan, warga tidak mengetahui sumber api dari mana.
“Tapi sejak beberapa bulan ini tidak ada hujan, ilalang banyak kering sehingga mudah terbakar,” kata Awir sambil terus memantau kobaran api di atas bukit.
Hingga usai solat magrib, belum ada petugas pemadam di areal itu. Kobaran api yang membesar menjadi tontonan sejumlah pengguna jalan yang melintas.
Laporan: Rin
Redaktur: Muh Gufran Padjalai




0 comments