- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Bupati Mamuju Berharap, Kerjasama Dengan Kedubes Amerika Serikat Dapat Berlanjut
Mamuju Kareba1- Menjalani kunjungannya ke daerah-daerah diluar Pulau Jawa tiap 6 bulan, Deputy Chief of Mission (Wakil Duta Besar) Amerika Serikat Brian McFeeters bersama rombongan tiba di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, Senin 13 Februari 2017.
Kabupaten Mamuju telah menjalankan program kerjasama dengan Amerika Serikat melalui Millennium Challenge Account-Indonesia (MCA-Indonesia), yaitu Kemakmuran Hijau, Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat dan Modernisasi Pengadaan.
Sehubungan dengan kerjasama tersebut, Brian McFeeters menjelaskan, program antar Amerika Serikat dan Indonesia berjangka waktu, yakni 5 tahun. Di Sulawesi Barat, kerjasama ini berjalan tahun 2013, dan akan berakhir tahun 2018 mendatang.
Brian menyebut, terdapat beberapa kemungkinan yang terjadi saat program kerjasama berakhir. Pertama, program tidak dilanjutkan akan tetapi berganti dengan program lain. Namun, menurutnya kemungkinan ini terbilang sulit.
“kemungkinan program itu tidak berlanjut tapi ada program kedua atau program lain yang akan dikerjasamakan, itu sedang dibahas, tapi berdasar pengalaman, saya kira itu susah. Kemungkinan kedua yang sedang dibicarakan di Jakarta, program tidak berlanjut tapi bagaimana program ini bisa tetap berjalan dengan bantuan dari pemerintah indonesia baik pusat maupun dari provinsi untuk melanjutkan program yang telah berjalan.” Urai Brian.
Meski begitu, Bupati Mamuju, Drs. H. Habsi Wahid, MM tetap berusaha dan berharap dapat melanjutkan kerjasama tersebut. Ia mengatakan, akan membuat program yang akan ditawarkan kepada kedaulatan amerika sebagai pengganti dari kegiatan yang berjalan saat ini.
“Barangkali kami akan membuat program yang akan ditawarkan kepada Kedaulatan Amerika melalui Mca-I mungkin, yang menjadi pengganti dari kegiatan kita saat ini. atau barangkaili ada tawaran-tawaran dari pihak kedutaan amerika yang disampaikan kepada kami, sehingga kami bisa menyesuaikan dengan program tersebut.” Kata Habsi wahid.
Habsi Wahid yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah ini tetap menitip harapan besar sebab telah merasakan buah dari kerjasama antar Pemerintah Daerah dengan Kedutaan Amerika melalui Mca-Indonesia. Utamanya pada program modernisasi pengadaan yang kini di Kabupaten Mamuju telah lahir Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Menurut Habsi, dengan adanya modernisasi pengadaan, peluang penyalahgunaan anggaran menjadi semakin kecil. Terbukti, Kabupaten Mamuju berhasil meraih predikat tertinggi atas opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Sulawesi Barat yaitu Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Dari itu, menurutnya, semakin banyak yang dikerjasamakan, maka Kabupaten Mamuju akan semakin maju dan sejahtera. (Hms- Dian Hardianti Lestari)




0 comments