- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Bicara Pejabat Caretaker, SDK dan Salim S mengga Satu Suara
MAMUJU KAREBA1-Calon Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK) ikut
mengaminkan harapan kompetitornya di Pemilukada, Salim S Mengga soal
pejabat caretaker Gubernur. Ia menganggap, apa yang dikatakan Salim
soal caretaker cukup ideal untuk direalisasikan.
“Memang, kalau kita mau berfikir secara bijak, sebaiknya caretaker
Gubernur itu harus didatangkan dari Kementerian. Bukan orang daerah,”
sebut SDK saat ditemui, Kamis (27/10) sore.
Hal yang sama sebelumnya juga diungkap oleh Salim S Mengga. Ditemui
belum lama ini, ia berharap pejabat caretaker datang dari latar
belakang pamong dan idealnya dari Kementerian Dalam Negeri.
Salim menganggap, hal itu sekaligus dapat menjamin independensi
birokrasi di Sulawesi Barat jelang perhelatan politik Pemilukada di
Sulawesi Barat 2017 mendatang.
Ditemui pada even yang di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) belum lama
ini, Salim menyebut, potensi keberpihakan aparat birokrasi cukup
terbuka di Pemilukada jika pejabat daerah yang akhirnya ditetapkan
sebagai caretaker Gubernur.
“Saya setuju dengan Pak Salim. Bicara soal penentuan caretaker
Gubernur, saya kira saya sepakat dengan Beliau,” kata SDK, calon
Gubernur Sulawesi Barat nomor urut 1 itu.
Untuk diketahui, Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo telah
menandatangani Surat Keputusan tentang penunjukan pejabat caretaker di
5 Provinsi yang ber-Pemilukada 2017 mendatang. Sayang, di Surat
Keputusan tersebut, tidak tercantum figur caretaker Gubernur Provinsi
Sulawesi Barat.
5 caretaker di 5 Provinsi yang dimaksud masing-masing, DKI Jakarta,
Dr. Sumarsono, Banten, Nata Irawan, SH, M.Si, Aceh, Soedomo, Bangka
Belitung, Dr. Yuswandi A. Temenggung, serta, Gorontalo, Prof. Dr.
Zudan Arif Fakhrulloh, SH, MH. (*)
Sumber : Rilis



0 comments