- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Kebakaran Lahan Hanguskan Puluhan Hektare Kebun Kako Petani di Tapalang
MAMUJU KAREBA1-Sedikitnya 10 hentare lahan kebun kakao milik petani di Desa Taang Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat hangus dilalap api akibat kebakaran hutan dan lahan yang melanda wilayah itu.
“Kakao kami sekitar 10 hektare ludes dilalap api, masyarakat tak bisa memadamkan api yang terus menjalar lahan kakao akibat kebakaran hutan yang terjadi sejak pekan lalu,” kata Lukman di Mamuju, Jumat, (23/10/2015).
Ia mengatakan, saat ini sedikitnya ada tiga titik api yang terdapat di tiga dusun di Desa Taang. Ia mengatakan, akibat kebakaran tersebut, masyarakat mengalami kerugian besar karena buah kakao saat ini siap panen.
“Masyarakat rugi ratusan juta, karena selain tanaman yang ludes, kakao yang siap dipanen juga ludes,” katanya.
Ia berharap ada bantuan pemerintah untuk mengatasi kerugian petani yang kehilangan kebun kakao.
Penulis: Ikal
Redaktur: Gufran Padjalai
0 comments