- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Jawas Janji Bisa Benahi Kota Mamuju 1,5 Tahun Pertama Pemerintahan
MAMUJU KAREBA1–Calon Wakil Bupati Mamuju Abdul Jawas Gani mengatakan, selama sepuluh tahun terakhir periode kepemimpinan di Mamuju, banyak permasalahan terjadi terutama terkait dengan penataan kota yang yang boleh dikata merupakan bentuk kegagalan pemerintah kabupaten. ( Baca juga : jawas Gani Bantah Isu jadi Calon Bayangan )
Karena itu menurut calon wakil bupati nomor urut satu ini, harus dilkukan perubahan total untuk menjadikan Mamuju jauh lebih baik di masa yang akan datang.
“Saya pikir untuk Mamuju baru, kita harus lakukan perubahan secara total. Saya kasi tahu kosong satu saya, kalau satu setengah tahun kita jalankan pemerintahan tidak bagus penataan kota, kita mundur saja pak,” kata Jawas Gani usai bertemu dengan para pendukungnya di Lingkungan Kasiwa Kelurahan Binanga Kabupaten Mamuju, Senin (12/10/2015) malam.
Jawas menjelasakan, contoh bentuk kegagalan para pejabat pemerintah sebelumnya adalah seringnya terjadi banjir di dalam kota Mamuju serta kondisi sejumlah fasilitas penunjang kegiatan ekonomi masyarakat seperti pasar yang dibiarkan terbengkalai, kumuh dan tidak terurus.
Kata Jawas, tanpa bermaksud melemahkan calon lain, namun dua pasangan calon yang menjadi saingannya di Pilkada kali ini, adalah para pejabat yang terlibat di pemerintahan sebelumnya. Itu artinya kata dia, mereka bertanggung jawab dengan kondisi itu.
“Itu kah yang mau dilanjutkan? Kemarin kan saya ketua timnya juga di pilkada. Saya tidak jelek-jelekkan, hanya memang dalam perjalanannya, program itu tidak jelas seperti apa selama sepuluh tahun. Terlalu banyak yang tumpang tindih dengan program provinsi,” kata Jawas Gani.
Laporan: Edi Junaedi
Redaktur: Muh Gufran Padjalai



0 comments