- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Ahmad-Jawas Utamakan Pembangunan Jalan Desa Untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Mamuju
MAMUJU KAREBA1-Dalam Debat Kandidat Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Kabupaten Mamuju yang digelar pada hari Jumat (9/10/2015) sore, terungkap bahwa pendapatan per kapita pertahun kabupaten Mamuju masih lebih rendah dibanding pendapatan per kapita Provinsi Sulawesi Barat, yaitu Kabupaten Mamuju berada di angka Rp10, 20 juta per tahun sedangkan Provinsi Sulawesi Barat, ada di angka Rp12, 35 juta per tahun.
Dalam sesi pertanyaan, moderator menanyakan konsep dalam visi dan misi pasangan nomor urut satu, Ahmad Appa-Jawas Gani, dalam upaya meningkatkan pendapatan per kapita pertahun Kabupaten Mamuju sehingga bisa menyamai atau melampaui provinsi Sulawesi Barat. (Baca Juga : Bertemu Ahmad Appa, Pendiri Universitas Tomakaka Bilang Tidak Sulit Mendukung Pasangan Calon )
Menjawab pertanyaan tersebut, Ahmad Appa mengatakan, selain akan memperluas dan meningkatkan kualitas sarana dan parasarana ekonomi serta memfasilitasi pihak swasta dan lembaga-lembaga keuangan, juga akan mengutamakan pembangunan sarana transportasi jalan yang bisa menembus semua wilayah pedesaan sehingga semua wilayah pedalaman di Kabupaten Mamuju bisa dilalui kendaraan roda empat.
“Masih terlalu banyak masyarakat di pedesaan yang tidak tersentuh kendaraan roda empat. Sehingga orang sakitnya saja masih harus ditandu baru sampai di rumah sakit. Akibatnya harga komoditi dari hasil-hasil bumi yang ada di pedesaan, lebih mahal biaya angkutnya ke kota daripada harga komoditi itu sendiri,” kata Ahmad Appa.
Oleh sebab itu ke depan lanjut Ahmad Appa, yang akan diutamakan jika saatnya ia dan wakilnya tampil memimpin Kabupaten Mamuju, adalah pembangunan jalan yang akan menembus semua wilayah pedesaan.
Kata Ahmad Appa, pembangunan jalan ke desa-desa ini akan memudahkan mayarakat desa dalam memasarkan hasil-hasil pertanian ke kota.
Sebaliknya, dengan lancaranya transportasi, akan memudahkan interkasi antara masyarakat dari luar dengan penduduk desa. Dengan demikian, akan semakin mudah dalam hubungan saling memenuhi kebutuhan yang harus diperoleh dari luar maupun dari desa.
“Dan kalau Mamuju Baru (yang menang), tidak ada lagi desa-desa yang tidak dijangkau roda empat,” tegas Ahmad Appa.
Dengan demikian lanjut Ahmad Appa, setelah pembangunan infrastruktur jalan yang akan diutamakan khususnya ke wilayah-wilayah yang selama ini masih terisolir, dapat diharapkan pendpatan per kapita penduduk Kabupaten Mamuju akan meningkat sampai dua kali lipat.
“Setelah kami mengutamakan pembangunan infrastruktur, utmanya jalan, Insha Allah pendapatan per kapita penduduk Sulawesi Barat khususnya di Kabupaten Mamuju ini akan meningkat sampai dua kali lipat. Insha Allah,” katanya.
Penulis: Muh Gufran Padjalai

0 comments