- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Buka Kantor Perwakilan, BI Komitmen Bantu Pembangunan Ekonomi Daerah
MAMUJU KAREBA1-Gubernur Bank Indonesi (BI) Agus Dermawan Wintarto Martowardojo dalam sambutannya pada acara peresmian kantor perwakilan BI Sulawesi Barat (Sulbar) di Mamuju, Kamis (1/10/2015) menegaskan komitmen BI dalam berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah daerah.
Kata Agus, kehadiran BI di Provinsi Sulbar adalah untuk bersinergi sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mengakselerasi reformasi struktural untuk membangun perekonomian daerah.
“Termasuk dalam pengendalian inflasi dan perumusan kebijakan ekonomi daerah. Kami juga akan memastikan kelancaran peredaran uang berkualitas tinggi dalam jumlah dan pecahan yang sesuai dengan kebutuhan bertransaksi di masyarakat,” kata Agus.
Terkait dengan tugas BI di bidang stabilitas sistem keuangan, lanjut Agus, BI berkomitmen untuk membantu pemerintah daerah dalam menjaga sistem keuangan di daerah agar tetap kondusif bagi pembangunan ekonomi.
Caranya kata Agus, dengan melakukan identifikasi dan pemantauan terhadap sumber-sumber kerentanan yang berpotensi menimbulkan risiko dan ketidakseimbangan pada sistem keuangan.
“Tidak ketinggalan, kami juga akan berkontribusi secara aktif dalam upaya pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah di Provinsi Sulawesi Barat, terutama yang terkait dengan pengembangan sektor-sektor ekonomi unggulan seperti Kakao dan produk turunannya yang bernilai tinggi seperti cocoa butter ataupun kosmetik dan makanan jadi,” sebut Agus.
Reporter: Noldy
Redaktur: Muh Gufran Padjalai



0 comments