- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Dinkes Sulbar Evaluasi Kinerja Program 2025, Perkuat Arah Pembangunan Kesehatan Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera

Mamuju – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan Evaluasi Program dan Indikator Kinerja Tahun 2025, yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, Kamis, 18 Desember 2025.
Kegiatan ini diikuti oleh para pengelola program dan pengelola data lingkup Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat.
Evaluasi ini bertujuan untuk menilai capaian kinerja program kesehatan sepanjang Tahun 2025, sekaligus memastikan keselarasan antara perencanaan, pelaksanaan, dan hasil program dengan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera, sebagaimana arah kebijakan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga.
Dalam kegiatan tersebut, dibahas secara komprehensif indikator kinerja tujuan, sasaran, program, dan kegiatan, termasuk capaian triwulan IV Tahun 2025 pada berbagai indikator strategis, seperti tata kelola organisasi, pemenuhan standar pelayanan minimal, pengendalian penyakit, penurunan stunting, peningkatan mutu sumber daya manusia kesehatan, hingga ketersediaan obat dan layanan kesehatan masyarakat.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim menyampaikan bahwa evaluasi kinerja merupakan instrumen penting untuk mengukur efektivitas program dan memastikan akuntabilitas penyelenggaraan pembangunan kesehatan.
“Evaluasi ini dilakukan untuk mengukur capaian kinerja secara objektif, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta merumuskan langkah perbaikan agar program kesehatan ke depan lebih tepat sasaran, berdampak, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia menambahkan, hasil evaluasi akan menjadi dasar dalam penyusunan perencanaan dan pengambilan kebijakan tahun berikutnya, khususnya dalam mendukung pencapaian indikator prioritas daerah dan nasional, termasuk peningkatan kualitas layanan kesehatan serta percepatan penurunan stunting. (Rls)




0 comments