- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Pemkesra Sulbar Laksanakan Kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Tokoh Agama Tahun 2025

Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Biro Pemkesra Setda Prov. Sulbar menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Tokoh Agama Tahun 2025 yang berlangsung di Kabupaten Mamuju pada Selasa (18/11/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis Pemprov Sulbar dalam kepemimpinan Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga untuk memperkuat peran tokoh agama sebagai pilar harmoni sosial dan pembangunan masyarakat.
Plt. Karo Pemkesra Setda Provinsi Sulawesi Barat, Murdanil, hadir sekaligus memberikan sambutan resmi dalam pembukaan kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Murdanil menyampaikan bahwa program ini merupakan komitmen pemerintah untuk memperkuat kapasitas tokoh agama lintas iman agar mampu berperan aktif dalam menjaga kerukunan, stabilitas sosial, dan kemajuan daerah.
Kegiatan yang didanai melalui APBD Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2025 ini merupakan tahap ketiga, setelah sebelumnya terlaksana di Kabupaten Polewali Mandar dan Mamuju Tengah. Para peserta berasal dari berbagai tokoh agama lintas iman mewakili lembaga serta organisasi keagamaan di Kabupaten Mamuju. Setelah pelaksanaan di Mamuju, agenda serupa akan ditutup di Kabupaten Mamasa.
Murdanil menegaskan bahwa tokoh agama memiliki peran strategis sebagai pembimbing moral, penjaga kerukunan, dan penggerak nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya dialog dan kolaborasi lintas iman sebagai modal sosial dalam menjaga keharmonisan serta solidaritas masyarakat Sulawesi Barat.
Dalam kesempatan tersebut, Murdanil turut menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, serta Wakil Ketua DPRD Sulawesi Barat atas dukungan mereka terhadap upaya penguatan moderasi beragama dan pembinaan keagamaan di daerah. Ucapan terima kasih juga diberikan kepada para narasumber serta panitia kegiatan.
Kegiatan peningkatan kapasitas ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah dan tokoh lintas iman dalam mewujudkan Sulawesi Barat yang aman, damai, inklusif, dan berkeadaban. Murdanil secara resmi membuka kegiatan tersebut dengan memohon ridho Tuhan Yang Maha Esa.(rls)




0 comments