- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Tim Badan Gizi Nasional Kunjungi Sulbar, Perkuat Sinergi untuk Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis
Mamuju — Pemprov Sulbar menunjukkan komitmen kuatnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan dukungan penuh Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program MBG telah ditetapkan sebagai prioritas utama dalam dokumen RPJMD Sulbar 2025–2030, dan menjadi bagian dari visi-misi Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim Mengga. Program ini diposisikan bukan hanya sebagai solusi terhadap masalah gizi, tetapi juga sebagai strategi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif.
Pun tercermin dari kunjungan kerja Tim Badan Gizi Nasional (BGN) yang berlangsung selama dua hari, 11–12 Juni 2025, dalam rangka memperkuat sinergi pusat dan daerah untuk pelaksanaan Program MBG.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pertemuan resmi di Ruang Studio Kantor Gubernur, yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Sulbar, Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga (JSM), seluruh kepala OPD turut hadir dalam pembahasan awal mengenai skema pelaksanaan MBG, terutama penempatan Sasaran Penerima Program Gizi (SPPG).
Pada malam harinya, suasana lebih hangat terbangun dalam jamuan makan malam bersama sejumlah pejabat teknis dan mitra potensial. Turut hadir di antaranya perwakilan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Kementerian Agama, serta Tenaga Ahli Gubernur.
Dalam forum tersebut, ditekankan bahwa sasaran penerima manfaat MBG di Sulbar mencakup siswa sekolah umum (negeri dan swasta), santri madrasah/pesantren, serta kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Pada hari kedua, diskusi teknis berlangsung bersama OPD terkait seperti Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Biro Ekbang, serta Dinas PMD. Forum ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Desa, Kementerian Koperasi dan UMKM, serta BGN sendiri.
Tema diskusi menitikberatkan pada pentingnya membangun rantai pasok pangan lokal yang bergizi, stabil, dan memberdayakan. Model distribusi yang melibatkan koperasi desa, BUMDes, serta pelaku usaha lokal dinilai menjadi kunci keberhasilan program secara berkelanjutan.
Staf Khusus Presiden, Brigjen Ferdi, yang turut hadir dalam kegiatan ini, menyampaikan pesan strategis dari Presiden Prabowo Subianto bahwa Program MBG harus dilihat sebagai komitmen nasional untuk menjangkau lebih dari 97,5 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
“Program ini bukan hanya soal gizi, tetapi juga tentang keadilan sosial dan pembangunan ekonomi dari bawah. Di Sulbar, kami harap program ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi 1% per tahun, hingga mencapai 7% pada 2029,” ujarnya.
Tenaga Ahli Gubernur Bidang Kerja Sama Antar Lembaga, Hajrul Malik, menyampaikan, dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis kearifan lokal, Sulbar sangat potensial menjadi model nasional pelaksanaan program MBG, ucapnya. (Rls)




0 comments