- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Sulbar Perluas Akses Kesehatan Gratis, Dinkes Kolaborasi Lintas Sektor Sosialisasikan Program CKG

Foto: Kepala dinas kesehatan, Dinkes Sulbar drg. Asran Masdy
Mamuju Kareba1.com – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) terus membangun kolaborasi lintas sektor mensosialisasikan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hinga ke daerah pelosok.
Kepala dinas kesehatan, Dinkes Sulbar drg. Asran Masdy menjelaskan, program CKG atau Pemeriksaan Kesehatan Gratis ini adalah tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri tentang Pemeriksaan Kesehatan Gratis di seluruh daerah. Hal ini juga bentuk dukungan terhadap asta cita presiden RI Prabowo Subianto dan visi misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga.
Melalui program ini, masyarakat dapat mengakses ke puskesmas terdekat bahkan dapat melakukan pendaftaran lebih awal melalui aplikasi “satusehat” Program ini sudah berjalan di enam kabupaten di Sulbar.
Kata Asran, meskipun baru awal berjalan, tercatat sudah mencapai 5.000 masyarakat Sulbar mengakses layanan CKG,
“Kira bertahap, dan sekarang dalam kurung waktu dua bulan lebih berjalan kita terus lakukan evaluasi apa saja yang kurang dan dikoordinasikan kepemerintah pusat,” kata Asran, Kamis 22 Mei 2025.
Salah satu kekurangan dalam memaksimalkan program ini adalah masih banyaknya wilayah di Sulbar yang belum terakses jaringan internet, khususnya di wilayah pelosok. Hal ini juga menjadi faktor sehingga program CKG belum banyak yang mengetahui. Untuk itu, melalui koordinasi lintas sektor melakukan kolaborasi mensosialisasikan program ini, terutama ke desa-desa.
“Termasuk tadi melalui kegiatan bersama TP PKK, kita lakukan sosialisasi kolaborasi lintas sektor, termasuk mensosialisasikan program CKG,” ungkapnya.
Lanjut Asran, untuk di wilayah yang belum terakses internet, pihaknya membekali petugas yang ada di setiap posyankes atau di puskesmas yang lebih mudah diakses masyarakat.
“Jadi masyarakat bisa langsung ke posyankes, nanti petugas kami yang mendaftarkan melalui aplikasi satu sehat,” pungkasnya. (Rls)




0 comments