- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Gelar Doa dan Dzikir Bersama Wujudkan Pemilu Damai 2024, PJ Gubernur Sulbar, Prof Zudan: Besok Coblos Sepenuh Hati

Mamuju Kareba1 –Dalam rangka mewujudkan Pemilu Damai 2024, Penjabat Gubernur Sulbar Prof.Zudan Arif Fakrulloh serta seluruh ASN Pemprov Sulbar menggelar doa dan dzikir bersama di Masjid Baitul Anwar, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa , 13 Februari 2024
Doa dan dzikir bersama digelar dengan harapan pelaksanaan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) pada Rabu 14 Februari 2024 berjalan aman dan lancar.
Prof.Zudan melalui sambutannya bangga dengan kehadiran ASN dalam pelaksanaan doa dan zikir bersama, hal itu menunjukkan komitmen bersama menyukseskan pesta demokrasi.
Sestama BNPP ini mengajak masyarakat agar pada Pemilu 2024 terpilih pemimpin-pemimpin terbaik untuk Indonesia dan Sulbar.
“Semoga pemilu berlangsung aman, tidak ada konflik,” tutur Prof. Zudan.
Prof. Zudan mengingatkan agar seluruh ASN menggunakan hak suaranya.
“Jangan lupa datang ke TPS dan coblos pilihan. Coblos sepenuh hati, bukan sepenuh jiwa, kalau kalah sakit hati bukan sakit jiwa,” tambah Zudan .
Ketua DPN Korpri ini menegaskan agar seluruh ASN menolak politik uang. Dijelaskan, uang yang diberikan dari caleg untuk pemilu besok tidak akan mampu menghidupi selama lima tahun, sebaliknya suara masyarakat lah yang akan menghidupi caleg lima tahun kedepan.
“Uang dari caleg tidak akan mampu menghidupi kita selama lima tahun tetapi suara ta’ akan menghidupi caleg selama lima tahun. Dari masyarakat lah caleg itu hidup selama lima tahun. Oleh karena itu pilih caleg yang membangun Sulbar, membangun Indonesia,” ucap Prof. Zudan.
Hal lain, terkait monitoring pemilu di setiap TPS, diharapkan ASN yang sudah mendapatkan tugas agar bersiap-siap menyampaikan laporan situasi di setiap TPS.
“Memonitor enam kabupaten. Besok teman-teman akan membantu ke TPS silahkan bergabung di Zoom meeting untuk melaporkan kondisi di setiap TPS,” tutup Prof. Zudan. (Rls)




0 comments