- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Hari Lahir Pancasila, Momentum Merenungkan dan Menerapkan Nilai-Nilai Pancasila

Mamuju– Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Lingkup Pemprov Sulbar di Lapangan Upacara Rujab Gubernur Sulbar, Kamis, 1 Juni 2023. Sebagai Inspektur Upacara Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Sulbar Muh. Jamil Barambangi.
Tahun ini Peringatan Hari Lahir Pancasila mengangkat tema, “Gotong Royong Membangun Peradaban dan Pertumbuhan Global “.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Sulbar, Muh. Jamil Barambangi mengemukakan, Hari Lahir Pancasila merupakan momentum penting untuk merenungkan dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Orang pancasilais bisa bergotong royong, orang pancasilais pasti toleran. Pancasila harus kita sakralkan,”kata Jamil saat ditemui awak media usai upacara
Jamil mengatakan, dengan pemikiran itu dapat membangkitkan generasi yang kolaboratif, siap membantu membangun peradaban yang lebih baik dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan global.
“Kita berharap Pancasila dapat membentuk pribadi-pribadi yang tangguh, karena pribadi yang tangguh dapat melahirkan keluarga yang tangguh dan keluarga yang tangguh akan melahirkan masyarakat yang tangguh, masyarakat yang tangguh akan melahirkan bangsa dan negara yang tangguh. Di Sulbar istilah gotong royong yaitu Sibali Parri,”terang Jamil
Disampaikan, semangat yang melekat pada bangsa Indonesia sejak zaman dahulu mengajarkan untuk bekerjasama mencapai tujuan tertentu tanpa memandang perbedaan sosial, agama atau budaya dalam konteks membangun peradaban memegang peranan yang sangat penting.
“Gotong royong merupakan memupuk perasaan semangat, solidaritas dan kepedulian terhadap sesama tanpa memandang perbedaan sosial, agama, atau budaya,”ucapnya (Suaib/Desi )



0 comments