- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Bupati warning Camat Dan Kades terkait BPJS
Mamuju Kareba1-
Tidak boleh lagi ada warga mamuju yang takut berobat ke rumah sakit atau puskesmas karena tidak ada biaya, karena semua sudah ditanggung pemerintah daerah melalui BPJS kesehatan, tegas bupati Mamuju Hj. Sitti Sutinah Suhardi, saat menghadiri kegiatan Rembuk Stunting dan Kalakarya Kesehatan tingkat kabupaten mamuju yang digelar di ballroom hotel D’Maleo (Jumat, 17 September 2021) 
Mendapati masih terdapat sejumlah kecamatan dan desa yang belum memasukkan usulan nama warganya yang akan didaftarkan untuk menerima BPJS kesehatan gratis, Sutinah lantas menegur sejumlah camat dan kades agar dapat lebih proaktif segera mengusulkan nama-nama warga yang belum tercover BPJS.
Tercatat Kecamatan Kalumpang dan Bonehau adalah kecamatan yang paling banyak warganya belum diusul dalam program ini.
“Kita tidak mau, nanti banyak warga yang mengeluh soal jaminan kesehatan ini, padahal kita sudah siapkan anggaran cukup besar untuk menjamin kesehatan gratis masyarakat mamuju melalui BPJS, dan sangat disayangkan kalau anggarannya sia-sia karena kuotanya tidak di isi” Pungkas Sutinah.
Menyikapi teguran itu, Camat Kalumpang, Bram Thosuly, berjanji akan menuntaskan tugas perampungan data calon peserta BPJS di wilayahnya. Camat yang baru dilantik belum genap sebulan ini mengaku, cukup terkendala akses jalan ke tiap desa dan juga sumberdaya manusia yang terbatas dalam penginputan data dimaksud. Namun demikian ia optimis dalam waktu sebulan ia akan segera dapat membenahi hal tersebut.
Untuk diketahui, cakupan kesehatan semesta (universal healt coverage) pemerintah kabupaten Mamuju yang memang menjadikan sektor kesehatan sebagai prioritas dalam aktualisasi visi Mamuju keren, menargetkan 98 persen warga mamuju, tanpa terkecuali seluruhnya akan tercover dalam BPJS kesehatan.(Diskominfosandi)



0 comments