- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
100 Hari Program Kerja, Ini yang Bakal Dilakukan SDK-JSM
MAMUJU — Setelah resmi masuk kantor, Gubernur Sulawesi Barat , Suhardi Duka (SDK) menyampaikan program 100 hari kerjanya bersama Wagub Sulbar, Mayjen TNI (Purn) Salim S Mengga.
SDK mengungkapkan, untuk 100 hari program kerja pihaknya akan segera menyelesaikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Yang pertama RPJMD harus selesai, yang kedua persoalan dampak bencana alam harus selesai,” kata SDK, Senin, 3 Maret 2025.
Ia juga mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Sulbar akan menuntaskan safari ramadan. Bahkan, kata SDK, pihaknya akan memberikan ribuan paket ramadan bagi masyarakat.
“Kita akan melaksanakan tuntas safari ramadan dan kita akan memberikan paket ramadan kepada kurang lebih 10.000 masyarakat,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut SDK, penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang baru akan disesuaikan dengan visi dan misi dalam perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kita juga akan mengharmonisasi seluruh perangkat daerah,” tutur SDK. (Rls)



0 comments