- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
HUT RI ke 77 Tahun Indonesia, seharusnya Tidak Menjadikan Ajang Seremonial.

Oleh: Reski
Kader KOMKAR Komunitas Mahasiswa untuk keadilan Rakyat
Sekilas kita kembali merenung betapa besarnya nilai pengorbanan pejuang kemerdekaan mengusir penjajah asing menguasai Nusantara ratusan tahun lamanya. Kita sebagai generasi muda harus trus mengawal kebijakan pemerintah tetap pro rakyatnya bukan ke bangsa asing.
Pada era perjuangan rakyat Indonesia Sudah menjadi rahasia umum, pada 11 Januari 1942 Tentara Jepang mendarat di daratan Nusantara, Khususnya di pantai timur Kalimantan, wilayah Tarakan yg kita kenal saat ini.
Pulau Kalimantan merupakan wilayah pertama dikuasai Jepang, kemudian Jepang memutuskan menyerang pulau Jawa yang merupakan pusat dari pemerintahan Belanda.
Serangan militer jepan membuat pasukan Belanda kocak kacir Belanda yang sudah menduduki wilayah itu akhirnya menyerah pada 12 Januari 1942.
akhirnya 5 Maret Batavia pun jatuh ketangan Jepang, kemudian Jepang terus bergerak ke wilayah lainnya di Nusantara ini.
Tanggal 8 Maret 1942 Melakukan perundingan antar pihak Belanda dan Jepang di kalijati dan berakhir kekuasaan Hindia Belanda.
Setelah Belanda mundur Jepang berkuasa di Indonesia begitu lamanya, Jepang Memperkenalkan sistem tanam (line system) . rakyat di paksa bekerja tanpa upa.ribuan rakyat jatuh korban penyiksaan kekejaman Jepan.
Agustus 1945, AS menjatuhkan Bom di kota Hiroshima dan Nagasaki, akhirnya pasukan militer Jepang menyerah tanpa syarat.ke rakyat Indonesia.
Namun setelah tragedi bom tersebut Tentara Jepang harus kembali, dan sebagai Perjanjian kemerdekaan untuk Indonesia ditandai dengan di bentuknya BPUPKI yang di isi oleh kelompok tua sebagai panitia persiapan kemerdekaan Indonesia yang di janjikan Jepang jika kembali.
Kita tau bahwa kelompok tua dan kelompok muda pada saat itu Terjadi selisi paham, dibarisan pemuda tetap konsisten bicara kemerdekaan seratus persen (tanpa adanya kekan dan perjanjian) bukan BPUPKI sementara barisan tua tetap menunggu perjanjian tersebut, tetapi barisan muda tetap memaksa kaum tua untuk memproklamasikan kemerdekaan.
Pada 17 Agustus 1945 kaum tua akhirnya memproklamasikan kemerdekaan, setelah kaum pemuda menjadi aktor kemerdekaan, pada 17 Agustus 1945 Indonesia secara resmi sah sebagai negara Indonesia.
Jika saja tidak terjadi tragedi bom di Hiroshima mungkin Jepang akan menjajah Indonesia lebih lama lagi, dengan memperkuat sistem pertanian sebagai penunjang peningkatan ekonomi Jepang pada saat itu.
Karna terjadinya bom di Hiroshima Jepang mengalami kondisi terpuruk di bidang ekonomi dan politik, namun jika analisa saat ini Jepang melambung jauh bicara soal ekonomi , politik dan sosial.
HUT RI ke 77 tahun

Pada Juli lalu Indonesia kembali menambah utang kejepang, bahkan wardbank mencatat Indonesia urutan ke 7 jumblah besaran utang dan belum lagi pemimpin hari ini telah mengeluarkan RKUHP yang di mana antara pasal-pasalnya terdapat pelanggaran agama,merugikan rakyat dan memanjakan oligarki.
Diperingati hari kemerdekaan 17 Agustus 2022 sebagai ke 77 tahun Indonesia, seharusnya tidak menjadikan ajang seremonial melaingkan harus berbenah dan segera menuntaskan persoalan ekonomi dan hukum di Indonesia.
Diantaranya: mengurangi investor asing,stop utang baru,mampu mengelola sumberdaya alam sendiri, dan menghapuskan regulasi yang merugikan rakyat atau negara.



0 comments