FPPS MINTA MASYARAKAT MENJAGA TOLERANSI SELAMA PERAYAAN NATAL dan TAHUN BARU 2019

By on Minggu, 23 Desember 2018

MAMUJU Kareba1- Menjelang perayaan natal dan tahun baru 2019 Forum Persaudaraan Pemuda Sulawesi Barat (FPPS) menghimbau kepada masysrakat khususnya di wilayah sulawesi barat agar tetap damai dan aman selama perayaan tahun baru tahun ini.

“kepada seluruh elemen masyarakat agar menjaga sikap toleransi pada perayaan Natal Ummat Kristiani agar daerah ini tetap kondusif dan aman,” kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FPPS Provinsi Sulbar, Nirwansyah di Mamuju Minggu 23/12/2018.

Ia mengatakan kami juga menginginkan seluruh tokoh ummat beragama agar kiranya bisa do’a bersama dalam menyambut pergantian tahun. khususnya di kabupaten mamuju
Mengingat bencana alam yang terus melanda Negeri ini

Kerukunan dalam kehidupan masyarakat perlu terus dipelihara, dijaga dan ditingkatkan oleh semua pihak, baik kerukunan antar umat agama, suku, ras dan golongan, demi menjaga stabilitas keamanan wilayah, termasuk di Kabupaten Mamuju.ujarnya.

Dengan terjaganya kerukunan masyarakat, maka stabilitas negara akan terwujud sebagai faktor utama dalam menunjang program-program pembangunan fisik dan nonfisik guna mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia sesuai amanat Pancasila, dan Undang-Undang Dasar 45 yang telah dilakukan beberapa kali perubahan. katanya

Tanpa adanya situasi yang kondusif hampir mustahil cita-cita tersebut dapat diwujudkan, keragaman merupakan anugerah Tuhan yang harus disyukuri. Dengan adanya keragaman kita dapat saling mengenal dan menghargai satu sama lain, baik dalam keberagaman ibadah, adat-istiadat serta kebiasaan-kebiasaan yang tumbuh dan berkembang dalam satu kelompok masyarakat namun perbedaan tersebut.

Keragaman itu harus dijadikan kekuatan untuk menangkal pengaruh negatif yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta dijadikan kekuatan untuk mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman perpecahan.

Ia mengatakan, Di beberapa wilayah Idonesia, kerukunan beragama pernah mengalami ujian dengan terjadinya konflik horisntal, tetapi dengan tekad yang bulat dan niat yang tulus dari kedua belah pihak permasalahan tersebut diselesaian.

Dipastikan semua orang, berkeinginan hidup aman, damai dan tenteram, tanpa dihinggapi rasa kecemasan dan ketakutan. Oleh karena itu, situasi yang aman, damai dan tentram, harus dibangun oleh berbagai pihak diantaranya, masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, organisasi masyarakat, tokoh agama, unsur pemerintahan dan aparat keamanan.

Apabila situasi kondusif terpelihara, maka tujuan negara untuk menyejahterakan masyarakat melalui pembangunan yang merata dan berkeadilan dapat diwujudkan termasuk di Mamuju.

Untuk itulah, katanya, semua pihak perlu mengingat kembali Bhinneka Tunggal Ika, yang menjadi semangat pembentukan NKRI. #ac/r1.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 − 10 =