- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Tahun 2018, Manakarra Fair Kembali Meriahkan HUT Mamuju
MAMUJU- Kemeriahan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Mamuju ke 478 tahun yang jatuh pada tanggal 14 Juli 2018, turut diwarnai dengan kehadiran Manakarra Fair 2018. Event pementasan seni dan pameran kuliner tersebut telah ikut andil pada HUT Mamuju selama tiga tahun berturut-turut. Bupati Mamuju, Drs. H. Habsi Wahid, MM membuka secara resmi Manakarra Fair 2018 di Anjungan Pantai Manakarra, Jumat 13 Juli 2018.
Manakarra Fair akan berlangsung selama tiga hari, sejak tanggal 13 sampai 15 Juli 2018. Terdapat kurang lebih 200 partisipan pada event tersebut mulai dari pengusaha makanan, baju, aksesoris, jasa serta komunitas, yang berasal dari dalam dan luar kota Mamuju.

Menurut Bupati mamuju, H. Habsi Wahid event Manakarra Fair 2018 merupakan bentuk dorongan Pemerintah Daerah Kabupaten Mamuju untuk mendorong perekonomian masyarakat di Kab. Mamuju.
“ini merupakan ajang promosi seluruh produk di daerah kita, baik yang bersifat kuliner, ekonomi kreatif maupun yang bersifat home industry, oleh karenanya ini perlu kita kembangkan.” Kata Habsi.
Menurutnya, dari tahun ke tahun event Manakarra Fair cukup memberi nuansa ekonomi yang baik di Kab. Mamuju, yang mana ada pedagang mikro, menengah dan juga pelaku ekonomi dari luar Mamuju, sehingga para pelaku ekonomi dapat saling memberi kontribusi dan juga menjadi ajang untuk menjalin mitra usaha sesama pelaku ekonomi lainnya.
Melihat kontribusi Manakarra Fair yang telah memberi pengaruh positif pada pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mamuju, Habsi Wahid berharap, kedepannya event tersebut dapat melibatkan pelaku ekonomi dengan investasi yang lebih besar, sehingga perputaran ekonomi di Kab. Mamuju juga dapat lebih meningkat. (Hms. Dian Hardianti



0 comments